KESELAMATAN siswa menuju sekolah ialah faktor penting untuk menjamin masa depan peserta didik agar tak terganggu kelanjutan pendidikannya.
Karena itu, pemerintah berkomitmen menghilangkan risiko yang mengancam keselamatan siswa yang sedang menempuh pendidikan.
"Negara harus hadir serta menjamin keselamatan untuk anak-anak," tegas Mendikbud Anies Baswedan ketika meninjau lokasi jembatan runtuh di Sungai Ciberang, Kampung Sindai, Sajera, Lebak, Banten, kemarin.
Turut mendampingi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad.
Sebelumnya, Selasa (10/3) pagi, 44 siswa SDN 1 Pejagan ketika menyeberangi jembatan Sungai Ciberang dari Desa Tambak, Cimarga menuju Kampung Sindai, terjatuh ke sungai lantaran jembatan yang berusia 25 tahun itu runtuh.
Untungnya tidak ada korban tewas. Dari 10 siswa yang terluka, hanya tinggal seorang, Surdi, yang masih dirawat akibat patah tulang.
Menurut Anies, kejadian runtuhnya jembatan yang biasa dilalui siswa di daerah itu saat bersekolah bukan pertama kali.
"Kasus itu bukan pertama kali. Selama ini penanganannya sektoral, sekarang langsung action, Bupati Lebak nyatakan siap memperbaiki, begitu pun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat."
Anies menegaskan persoalan itu harus ditangani cepat.
Begitu pula tempat lain yang berisiko tinggi.
"Kami butuh laporan masyarakat agar Kemendikbud dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bisa segera menanganinya demi keselamatan anak didik kita."
Masyarakat bisa melapor melalui laman sahabat.kemdikbud.go.id, terkait lokasi lintasan berisiko bagi siswa disertai foto dan deskripsi.
"Setelah ada laporan, kami bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memverifikasi serta menyiapkan proses pembangunan. Ini sesuai Nawa Cita Jokowi-JK bahwa negara hadir dan melindungi warga negara termasuk melindungi siswa," kata Anies.