Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH atau kejadian luar biasa (KLB) difteri yang merebak beberapa waktu belakangan di masyarakat menuntut peran serta aktif masyarakat untuk melakukan imunisasi. Langkah imunisasi ini dianggap paling efektif untuk mencegah penularan infeksi difteri.
Hal tersebut disampaikan dr Dave Anderson dari Siloam Hospital Asri saat menggelar media briefing tentang Difteri di Jakarta, Rabu (28/2).
"Apalagi sekarang sedang menjadi program massal pemerintah dan memang itu cara pencegahan terbaik saat ini, yaitu dengan memberikan imunisiasi difteri baik bagi anak-anak maupun orang dewasa," kata Anderson.
Ia menjelaskan bahwa difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan kuman Corynebacterium diphteriae. Kuman ini menghasilkan racun yang menyebabkan gangguan dalam tubuh yang penyebarannya terjadi melalui kontak dengan percikan atau cairan yang diproduksi dari saluran napas atau dari lesi kulit.
"Lebih dari itu, karena ini sudah menjadi wabah, maka masyarakat sangat kami anjurkan agar melakukan imunisasi," tegasnya.
Anderson menambahkan juga terkait gejala penyakit biasanya muncul dalam hingga lima hari setelah terinfeksi. Jika sudah terkena, kuman tersebut biasanya menyerang sistem pernapasan, bisa merusak jantung, sistem syaraf, dan ginjal.
"Yang paling awal jadi keluhan memang biasanya batuk, suara serak, nyeri menelan atau sakit tenggorokan, badan lemas dan demam namun tidak tinggi," ungkapnya.
Difteri juga dikenal melalui tanda-tanda fisik seperti terlihat lapisan berwarna abu-abu dengan bercak putih. Lapisan ini melekat erat dengan jaringan yang dibawahnya dan bila dilepas akan berdarah dan jika menyebar luas akan mengakibatkan kelenjar getah bening sekitar leher bengkak.
"Nah kalau sudah seperti ini yang juga tampak ialah membran akan menyumbat saluran pernapasan sehingga terdengar bunyi napas seperti orang mengorok, dan jika ini yang terjadi maka dampak buruknya adalah sumbatan saluran napas dan itu bisa menyebabkan kematian," beber Anderson.
Selain melakukan imunisasi, kata dia, upaya juga bisa dilakukan dengan cara pemeriksaan yang harus segera dilakukan terutama pada kasus di mana sesoerang telah melakukan kontak dengan penderita difteri.
"Apakah itu orang serumah, pengasuh yang sudah terpapar difteri maka sebaiknya segera diperiksa ke rumah sakit," pungkas Anderson. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved