Penciuman dan Politik

Dailymail/Ire/X-3
01/3/2018 07:21
Penciuman dan Politik
(Seno)

CARA seseorang bereaksi terhadap bau badan menjadi indikator psikologis preferensi politik mereka. Demikian temuan periset dari Universitas Stockhlom, Swedia.

Periset menganalisis sejumlah partisipan dari AS dengan mengajukan pertanyaan mengenai pandangan politik dan tingkat penciuman terhadap baik bau badan sendiri maupun orang lain.

Hasilnya peserta yang lebih peka terhadap bau tertentu seperti air seni dan keringat cenderung memilih Donald Trump, presiden AS, yang kurang sensitif.

"Ada hubungan solid antara kuatnya seseorang merasa jijik dan keinginan memiliki pemimpin seperti diktator yang dapat menekan gerakan radikal dan memastikan bahwa kelompok yang berbeda tinggal di tempat mereka," kata periset utama, Jonas Olofsson.

Hasil riset juga menunjukkan mereka yang peka terhadap bau keringat dan urine tertarik kepada pemimpin otoriter.(Dailymail/Ire/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya