Medali Emas Buat Peneliti Biji Avokad dan Tongkol Jagung

21/2/2018 16:11
Medali Emas Buat Peneliti Biji Avokad dan Tongkol Jagung
(Ist)

BIJI avokad dan tongkol jagung menjadi perantara meraih medali emas bagi dua tim peneliti muda dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, di ajang internasional di Taiwan dan Thailand.

"Kami tidak mengira akan mendapatkan medali emas di ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE) 2017 di Taiwan dan juga International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2018 di Thailand," ujar perwakilan peneliti muda Zidan Dzulyadain Amri di Jakarta, Rabu (21/2).

Tim peneliti muda tersebut terdiri dari dua; yakni tim Avoteaman yang mengusung produk Avocado Tea Many Benefits, dan tim Chas yang menciptakan produk Corncob Hand Sanitizer atau pembersih tangan yang berasal dari tongkol jagung.

Tim Avoteaman terdiri dari Afgha Satriya Prayoga, Jossy Fareza Tanjung, Kristian Anugrah Gea, Salman Raihan Sinulingga, dan Zidan Dzulyadain Amri.

Sementara tim Chas terdiri dari Andrea Jhonsius Manurung, Emilia Fadillah Hutagalung, Mutiah Holil Nasution, dan Tiara Kharisma Abadi Zebua.

"Kami melakukan penelitian untuk teh dari biji avokad ini selama kurang lebih tiga bulan yakni dari September hingga November 2017," tutur Zidan seperti dilansir Antara.

Awalnya hasil penelitian itu akan diikutsertakan dalam ajang penelitian tingkat provinsi, namun tidak lolos seleksi. Uniknya justru mendapatkan penghargaan di tingkat internasional.

"Setelah kami teliti, ternyata biji avokad yang selama ini terbuang memiliki antioksidan dan antihipertensi dan digunakn untuk berbagai pengobatan seperti disentri, diare, sakit gigi, parasit usus, pengobatan kulit dan kecantikan," tambah Zidan lagi.

Tak hanya mendapatkan penghargaan di dua ajang bergengsi itu, tim Avoteaman mendaatkan penghargaan lainnya dari Dewan Riset Nasional Thailand, dan penghargaan penemuan terbaik dari Lembaga Kesehatan Hong Kong.

"Kami berharap bisa meningkatkan prestasi kami lagi," harap Zidan.

Sementara Mutiah Holil Nasution dari tim Chas menjelaskan, timnya mendapatkan ide penggunaan tongkol jagung karena melihat banyaknya penjual es jagung di daerah itu.

"Tongkol jagung itu menjadi limbah dan dibuang begitu saja. Itu kami manfaatkan untuk penelitian dan setelah diteliti ternyata mengandung bahan antibakteri seperti triklosan atau triklokarban," ungkapnya.

Penggunaan tongkol jagung sebagai pembersih tangan sangat efektif, karena bahan antibakteri yang terkandung di dalamnya serta ramah lingkungan kendati memanfaatkan limbah yang tak terpakai.

Tim Chas juga meraih dua medali emas di Taiwan dan Thailand. Ketua Yayasan Matauli, Akbar Tandjung mengatakan penting untuk menyiapkan anak-anak yang siap berkompetisi di era yang berubah lebih cepat.

"Perubahan itu suatu keniscayaan, untuk itu kami siapkan anak-anak kami untuk siap menghadapi perubahan itu sendiri," tukas Akbar. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya