Makan Cepat Berisiko Kegemukan

AFP/Ire/X-7
14/2/2018 08:26
Makan Cepat Berisiko Kegemukan
(Seno)

RISET terkini dari Universitas Kyushu, Jepang, mengungkapkan berat badan dapat turun hanya dengan mengunyah lebih lama dan berhenti sebentar saat mengunyah. Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal BMJ Open, kemarin, itu menjelaskan kecepatan makan dapat membuat perubahan pada obesitas dan lingkar pinggang. Menurut organisasi kesehatan dunia WHO, angka body mass index (BMI) mencapai 25 dianggap kelebihan berat badan dan 30 sudah obesitas, Sementara itu, menurut Society for Study Obesity Jepang, BMI 25 dianggap sudah obesitas.

"Intervensi bertujuan mengurangi kecepatan makan efektif dalam mencegah obesitas dan menurunkan risiko yang ditimbulkan." ungkap periset yang melibatkan 60 ribu responden.

Sebanyak 21,5% dari responden makan secara lamban dan berlingkar pinggang ramping (BMI rata-rata 22,3). Sebaliknya 44% yang makannya cepat mengalami obesitas dengan BMI 25 ke atas.(AFP/Ire/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya