Lemari Es Tanpa Listrik

Anastasia Arvirianty
12/2/2018 21:15
Lemari Es Tanpa Listrik
(Thinkstock)

Solusi sederhana seringkali bisa memiliki efek dramatis. Itulah yang terjadi di banyak bagian perdesaan Afrika, di mana kurangnya akses atau biaya listrik yang tinggi mencegah banyak orang dari hal-hal mendasar yang kebanyakan kita anggap remeh, seperti lemari es.

Sistem pendinginan makanan inovatif dari Mohammed Bah Abba mengadaptasi teknologi dunia lama menjadi kulkas portabel murah yang sangat efektif di iklim gurun, di mana buah-buahan, sayuran, dan bahan-bahan perusak lainnya dapat dengan cepat rusak.

Abba, seorang dosen yang berasal dari keluarga pembuat pot tanah liat, melihat sebuah kesempatan untuk meningkatkan standar hidup bagi penduduk pedesaan Nigeria. Pada akhir 1990-an, ia mengembangkan sebuah sistem pot-in-pot yang bisa memperpanjang masa simpan tahan lama dari hari ke minggu.

Konsepnya berharga sekitar dua sampai empat dolar. Hanya terdiri dari dua pot gerabah, satu lebih kecil dari yang lain. Panci luar penuh dengan pasir basah, sedangkan panci bagian dalam, yang digunakan untuk menyimpan makanan, ditutupi dengan kain basah. (National Geographic/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya