Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Brigade Bencana untuk Indonesia Timur Idrus Paturusi menilai tidak ada kata terlambat untuk menangani kasus gizi buruk dan campak di Agats, Papua.
Alasannya, masalah seperti ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu pendek.
Ditemui di Makassar, Selasa (6/2), Idrus menyatakan, kondisi geografis dan budaya masyarakat di Agats, membuat masalah gizi buruk dan campak tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat.
"Tidak ada kata terlambat. Yang krusial masalah gizi ini yang harus segera ditangani. Sebab kalau otak kekurangan nutrisi, dalam jangka panjang akan tumbuh generasi yang rendah kecerdasannya," kata Idrus yang sudah menjejakkan kaki di hampir seluruh Papua.
Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) ini ikut mendorong pengiriman para pakar dari almamaternya, termasuk pakar gizi. Selain masalah kesehatan, soal perubahan perilaku juga tidak luput dari sentuhan.
"Unhas sudah pernah menggelar program 'guru berbasis asrama'. Jadi beberapa putra Papua diterbangkan ke Makassar untuk mendapat pengajaran, yakni matematika, fisika, biologi, dan kimia. Mereka kembali ke daerah asal dengan tujuan untuk memajukan pendidikan di Papua," papar tokoh Makassar ini.
Selain penanganan jangka pendek penanganan masalah gizi buruk dan campak di Agats, strategi jangka panjang juga menjadi pemikiran para guru besar dan sivitas akademika Unhas. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved