DKM se Kota Bogor Tolak Politik Praktis Masuk Masjid

Muhammad Fauzi
05/2/2018 19:34
DKM se Kota Bogor Tolak Politik Praktis Masuk Masjid
(Ist)

UMAT Islam hendaknya bisa mengembalikan fungsi masjid sesuai syariat, yakni menjadi tempat ibadah kepada Allah SWT.

Hal itu diungkapkan da'i muda ustadz Yudin Taqyudin saat menyampaikan pesan. Ustadz yang akrab disapa Gus Taqi itu juga meminta masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah, dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

"Masjid yang penuh rahmat maka tidak ada hubungannya urusan politik praktis. Acara Maulid, Rajaban jangan selipin kampanye. Yuk fungsikan masjid sesuai syariah," ujar Gus Taqi di Bogor, Jawa Barat.

Hal itu mengemuka saat pengajian kebangsaan bertema 'Fungsi Masjid Sesuai Syariat Islam' yang diinisiasi Forum Silaturahmi Bangsa Kota Bogor di Masjid An ni'mah Bogor, Minggu (4/2) malam.

Dari keterangan pers yang diterima, Senin (5/2), Gus Taqi yang juga Wakil Ketua GP Ansor Kota Bogor itu mengingatkan kepada umat muslim untuk kembali memfungsikan masjid sebagai tempat pembinaan umat yakni mencari ilmu, jangan menebarkan kebencian.

Dia menyayangkan jika saat ini sejumlah masjid di Bogor kerap dijadikan panggung politik oleh beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Waspadai penyusup-penyusup yang menebarkan kebencian. Membangun gerakan salat Subuh itu bagus, tapi jangan hanya untuk kepentingan sesaat," tutur Gus Taqi.

Sementara itu, penceramah kondang Kota Bogor KH Jejen Jaenussolihin juga mengingatkan kepada jamaahnya, agar masjid bisa difungsikan kembali sebagai tempat beribadah. Masjid jangan sampai dimanfaatkan sebagai ajang alat politik praktis untuk menarik simpati.

"Masjid jangan sampai dijadikan sebagai alat politik praktis untuk menarik simpati. Manusia yang mempunyai akal sempurna pasti menjadikan masjid sebagai tempat ibadah bukan untuk menarik simpatik. Orang waras akan jadikan masjid sebagai sarana ibadah," ungkap KH Jejen.

Lebih lanjut, KH Jejen meminta masyarakat Bogor untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Selain itu, dia mengajak tokoh masyarakat Bogor ikut merapatkan barisan menjaga marwah masjid, agar tidak ikut pihak-pihak yang ingin memprovokasi dan mengadu domba.

"Bismillah, ayo buktikan kekompakan untuk menjunjung tinggi kalimah Allah dan menjadikan masjid untuk berkomunikasi dengan Allah. Jangan jadikan masjid sebagai ajang berkampanye politik praktis," tandasnya.

Diakhir acara dilakukan deklarasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kota Madya Bogor yakni, pertama menolak politisasi masjid. Kedua, menolak segala bentuk ujaran kebencian. Dan ketiga menguatkan masjid sebagai tempat untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi.

Keempat menolak segala bentuk ceramah provokatif untuk kepentingan politik kelompok tertentu, dan melarang segala bentuk ajaran radikalisme dan intoleransi.

Poin terakhir deklarasi adalah meminta masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya