Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH belas inovasi dari berbagai komunitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia masuk ke nominasi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2018 di Jenewa, Swiss, Maret mendatang. Ajang penghargaan yang digelar PBB itu diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri para kreator TIK anak bangsa untuk bersaing di tingkat global.
“Masuknya 17 inisiatif Indonesia sebagai nomine pada WSIS 2018 ini menunjukkan bahwa secara global karya Indonesia setara dengan negara lain. Investor juga bisa semakin tertarik untuk berinvestasi kepada perusahaan rintisan Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Sabtu (3/2).
Semuel menjelaskan 17 karya anak bangsa itu masuk ke delapan kategori dari total 18 kategori yang dilombakan. Menurutnya, kompetisi tingkat dunia itu bisa menjadi tolok ukur untuk menguji kreativitas masyarakat informasi di Tanah Air.
Ia menambahkan selama ini perusahaan rintisan berbasis teknologi di Tanah Air kerap mengalami ganjalan
dalam hal pendanaan. Padahal, dana dari investor amat dibutuhkan untuk mengembangkan perusahaan rintisan.
Dari 17 inovasi yang masuk ke delapan kategori, dua di antaranya masuk ke kategori Peran Pemerintah dan Pihak Terkait dalam Mempromosikan Pengembangan TIK (The role of governments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development). Satu karya dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Knowledge Building toward Indonesian Digital Society (cfds.fi sipol.ugm.ac.id). Satunya lagi, gerakan literasi digital nasional
Siberkreasi (siberkreasi.id).
Semuel menyampaikan, saat ini setiap karya anak bangsa itu membutuhkan suara (vote) dari masyarakat agar dapat melaju ke babak berikutnya, yakni penentuan lima perolehan suara tertinggi dalam setiap kategori.
Setelah lolos mendapat suara tertinggi, karya-karya tersebut dinilai oleh tim PBB untuk mendapat gelar juara pertama (winner) dan empat gelar juara kedua (champion) setiap per kategori.
Dalam ajang penghargaan tahunan yang rutin digelar itu, karya dari Indonesia bersaing dengan ratusan inisiatif dari berbagai negara yang juga menjadi nominator. Total terdapat 463 inisiatif.
“Kemenkominfo mengajak warganet Indonesia melakukan one man one vote secara daring melalui situs http://s.id/pilihindonesia dengan batas waktu hingga 18 Februari 2018,” ujarnya.
Pada WSIS Prizes 2016, satu karya dari Indonesia meraih gelar Champion. Adapun pada WSIS tahun lalu, prestasi Indonesia meningkat, yakni mendapat 1 winner dan 4 champion. (Dhk/X-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved