Warga Antusias Saksikan Bulan Merona

Sru/Ind/Ssr/PS/YK/LD/UL/Ant/X-11
01/2/2018 07:33
Warga Antusias Saksikan Bulan Merona
(MI/Ramdani)

RIBUAN orang di pelataran Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, berteriak sukacita saat fenomena super-blue-blood moon terjadi kemarin malam.

Sejak sore, warga memang telah menyemut di TIM. Mereka ingin langsung menyaksikan kejadian alam yang hanya muncul dalam 150 tahun sekali, yakni gerhana bulan total bersamaan dengan fenomena supermoon, blue moon, dan blood moon.

Agustian, 37, dari Tangerang, misalnya, sengaja mengajak istri dan dua anaknya. "Kami ke sini karena memang ingin lihat bulan warna merah. Dari namanya saja sudah ngeri, blood artinya kan darah, jadi penasaran," tuturnya.

Sepasang kembar, Ruri dan Rindu, 24, bahkan jauh-jauh datang dari Palembang karena tertarik oleh pembe-ritaan yang gencar di media massa. "Di Palembang juga bisa dilihat, tapi kami ke sini biar dapat semangat euforia-nya. Di sini sepertinya lebih heboh," ungkap mereka. Gerhana bulan itu sendiri berlangsung sejak pukul 19.00 dan puncaknya pada pukul 21.55 WIB.

"Sempat tertutup awan karena mendung, tapi akhirnya semua orang bisa melihat. Tidak gelap, hanya berwarna merah," ungkap petugas monitoring Planetarium TIM, Yanto.

Kemeriahan menyambut supermoon juga dirasakan ribuan warga Medan, Sumatra Utara. Mereka menonton bersama di halaman Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara. Pihak kampus sengaja menyediakan enam teropong canggih untuk membantu melihat bulan.

Namun, di Pantai Sanur, Bali, ratusan warga ataupun turis asing harus kecewa karena gerhana bulan tidak terlihat akibat langit mendung.

Sementara itu, umat muslim di berbagai pelosok melaksanakan salat gerhana. Di Masjid Nursiah Daud Paloh, Kompleks Media Group, Jakarta, misalnya, salat gerhana berjalan khidmat.

Dalam khotbahnya, penceramah Dr Yunus Daud menyebut super-blue-blood moon menjadi momentum untuk mengingat kebesaran Allah SWT. Pada bagian lain, sebagian nelayan di pesisir pantai Tuban, Jawa Timur, nekat melaut.

Padahal, data Kantor BPBD Tuban menyebut gelombang di Laut Jawa masih tinggi, terutama sepekan jelang gerhana bulan.

Di Cilacap, Jawa Tengah, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan fenomena supermoon memang mengakibatkan gelombang pasang. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada," ujarnya.(Sru/Ind/Ssr/PS/YK/LD/UL/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya