Kampus Teknologi Papan Atas Tulang Punggung Intelijen

Bayu Anggoro
31/1/2018 13:59
Kampus Teknologi Papan Atas Tulang Punggung Intelijen
(ANTARA)

KEPALA Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), di kampus ITB Jalan Ganesha, Bandung, Rabu (31/1).

Budi memberikan materi bertemakan 'Intelijen Indonesia: Institusi, Intuisi, dan Inovasi'. Dalam kuliah umum yang tertutup untuk awak media itu, Budi mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan civitas ITB.

"Biasanya, saya menjadi pengajar di lingkungan LEMDIK POLRI, STIN, dan lembaga penegak hukum lainnya. Namun, pagi ini saya bangga dan merasa terhormat diundang menjadi dosen tamu di ITB untuk mengisi Studium Generale," kata Budi dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu (31/1).

Dia menyebut ITB sebagai kampus yang bersejarah karena sudah berdiri lama sejak 1920. Dalam sambutannya, Budi pun mengumbar canda dengan menyebut ITB sebagai singkatan dari 'Ini Teman BIN'.

Lebih lanjut Budi mengatakan, ITB dan BIN perlu berkolaborasi sebagai pilar sistem lnovasi nasional. Menurutnya, pola intelijen klasik berupa human intelligence semata sudah tidak bisa Iagi menjawab tantangan zaman.

Sekarang, sudah saatnya BIN mulai memasuki era intelijen 3.0 dengan menerapkan technology intelligence. "Maka, kerja sama dengan kampus seperti ITB adalah sesuatu yang harus dilakukan," ujarnya.

Hal ini, sama halnya dengan CIA yang bekerja sama dengan MIT di Amerika Serikat. Sebab, kampus papan atas di bidang teknologi adalah tulang punggung lembaga intelijen di berbagai negara maju.

Mengingat begitu strategisnya hubungan kerja sama ITB dan BIN, Budi menilai kedatangannya sebagai pengajar pada studium generale ITB ini sebagai pengakuan, karena kampus ini institusi yang paling maju dalam bidang teknologi di Indonesia dan memiliki SDM yang mumpuni.

Bahkan, menurutnya, beberapa teknologi yang ada di ITB bisa membantu mengatasi fenomena cyber war yang berpotensi mengoyak bangsa dan menimbulkan konflik vertikal dan horizontal.

Selain itu, menurut Budi, teknologi drone radar, nuklir, biologi, dan kimia yang dikembangkan ITB juga sangat berguna untuk keperluan intelijen dan keamanan bangsa ini.

Ia pun menyontohkan perkembangan teknologi yang sedang ramai dibicarakan di dunia seperti cryptocurrency, financial technology, dark web, bots, dan cyber attack.

Budi juga memaparkan tentang sejumlah konsep dan data terkait dinamika global dan arah perubahan dunia. konsep The Six Ds (digitized, deceptive, disruptive, demonetized, dan dematerialized) ini menggambarkan bagaimana perkembangan teknologi menjadi driver utama dari perubahan tatanan dunia.

"Termasuk di Indonesia, perkembangan teknologi diperkirakan akan menyebabkan anomali transformasi," imbuhnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya