Merokok dan Risiko

BBC/Hym/X-5
31/1/2018 08:27
Merokok dan Risiko
(DUTA)

PEROKOK harus berhenti merokok daripada menguranginya jika ingin menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke secara signifikan.

Menurut penelitian yang dipimpin Prof Allan Hackshaw dari UCL Cancer Institute, University College, London, yang diterbitkan di jurnal BMJ, orang yang merokok, bahkan yang hanya satu batang sehari, masih sekitar 50% lebih mungkin terkena penyakit jantung dan 30% lebih mungkin terkena stroke ketimbang orang yang tidak pernah merokok.

Mereka mengatakan tidak ada tingkat merokok yang aman untuk penyakit tersebut. Penyakit kardiovaskular merupakan risiko kematian terbesar akibat merokok, yakni sekitar 48% kematian dini terkait dengan rokok.

Menurut penelitian itu, pria yang mengisap satu batang rokok sehari berisiko 48% lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan 25% lebih mungkin terkena stroke ketimbang mereka yang tidak pernah merokok. Bagi wanita, risiko itu lebih tinggi, yakni 57% untuk penyakit jantung dan 31% untuk stroke.(BBC/Hym/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya