Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERHANA bulan total yang akan terjadi pada Rabu (31/1), bakal terlihat di seluruh wilayah Tanah Air.
Proses gerhana dimulai pukul 18.48 WIB dan mencapai puncaknya antara pukul 19.52-21.08 WIB. Masyarakat diajak untuk menikmati fenomena alam yang tergolong langka dan bersejarah itu. Gerhana aman disaksikan dengan mata telanjang.
"Mari manfaatkan fenomena gerhana bulan total untuk edukasi publik. Jauhkan mitos dengan mempelajari sains. Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya tanpa teleskop. Syaratnya hanya cuaca harus cerah," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (28/1).
Profesor riset astronomi dan astrofisika itu menjelaskan, gerhana bulan kali ini menarik menjadi perhatian publik karena terjadi tiga fenomena bulan sekaligus.
Pertama ialah supermoon, karena jarak bulan masih berada dekat dengan Bumi. Sehingga purnama dan gerhana tampak lebih besar dari biasanya. Kedua, juga disebut blue moon karena merupakan purnama kedua pada Januari.
Adapun gerhana bulan total juga sering disebut blood moon karena bulan bakal tampak memerah bak darah. Terlebih fenomena serupa terakhir kali diperkirakan terjadi pada 1886.
"Jadi gerhana bulan pada 31 Januari 2018 boleh disebut sebagai Super-Blue-Blood-Moon," ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya mengadakan edukasi publik pengamatan gerhana di pusat pengamatan Lapan di sejumlah daerah seperti Bandung, Sumedang, Garut, Pasuruan, Biak, Pontianak, dan Bukittinggi.
Thomas memaparkan proses mulainya gerhana pada pukul 18.48 WIB bakal terjadi pada bagian bawah purnama. Bulan berubah menjadi gelap akibat bayangan bumi. Kemudian pukul 19.52 WIB hingga 21.08 WIB bulan menjadi gelap kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti bulan. Warna merah itu, ujarnya, disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.
Menurut dia, pada saat gerhana nanti ada potensi rob akibat pasangnya air laut. Dalam kondisi normal, kondisi pasang maksimum hanya berdampak limpasan air laut yang menjadi banjir pasang. Pada saat gerhana terjadi, efeknya bertambah karena Matahari, Bumi, Bulan berada pada posisi segaris.
"Perlu diwaspadai ketika ada cuaca buruk di laut yang menimbulkan gelombang tinggi. Dampaknya banjir rob makin melimpas jauh ke daratan. Dampak lainnya kalau terjadi banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir akan lama surutnya karena dampak pasang maksimum tersebut," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved