Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur Banten Andika Hazrumy serta Bupati Lebak Iti Octavia berjanji akan memperbaiki rumah-rumah yang rusak dan memberi pengobatan kepada korban luka akibat gempa di Kabupaten Lebak, Banten.
"Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak akan memperbaiki rumah warga yang rusak dan memberi pengobatan kepada korban luka," ujar Andika saat meninjau korban gempa di Kecamatan Cilograng, Lebak, kemarin.
Jumlah korban dan kerusakan bangunan akibat gempa yang terjadi pada Selasa (23/1) itu terus bertambah. Bupati Iti mengatakan jumlah sementara sebanyak 1.269 rumah di Lebak rusak berat ataupun ringan. Seorang warga juga dilaporkan meninggal. "Kami akan bekerja keras untuk mengoptimalkan penanganan pasca-bencana," katanya.
Pemerintah Kabupaten Lebak kemarin telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 14 hari ke depan. Sejauh ini BPBD Kabupaten Lebak dan BPBD Provinsi Banten telah menyalurkan bantuan tenda gulung, matras, tikar, selimut, ikan kaleng, sarung, pakaian, dan paket obat-obatan.
Menteri Sosial Idrus Marham kemarin juga menyalurkan bantuan tahap awal untuk penanganan pascabencana dengan total nilai lebih dari Rp250 juta. Bantuan lainnya berupa logistik senilai Rp243 juta dan santunan bagi korban meninggal Rp15 juta. "Kami berharap bencana itu dapat ditangani dengan sebaiknya-baiknya," kata Idrus di Desa Mandiri, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
Sejauh ini gempa berdampak paling besar di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Cianjur, dan Bogor. Jumlah rumah rusak di Sukabumi mencapai 1.218 unit dan berdampak terhadap 1.320 kepala keluarga. Di Kabupaten Bogor, data sementara menyebutkan 269 bangunan rusak.
Sementara itu, Pertamina memastikan seluruh fasilitas penimbunan dan penyaluran BBM dan elpiji dalam kondisi normal pascagempa. Fasilitas terdekat dengan lokasi gempa ialah Terminal BBM Tanjung Gerem dan Terminal Elpiji Tanjung Sekong di Banten.
Gempa susulan
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan, hingga kemarin sore telah terjadi 46 kali gempa susulan dengan skala yang semakin mengecil. "Gempa susulan umumnya terjadi tiga hari setelah gempa utama, tetapi kekuatannya semakin kecil dan sebagian besar tidak dirasakan manusia, hanya bisa tercatat di seismograf," ungkapnya.
Untuk mengetahui besaran gempa, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung kemarin memasang alat sensor perekam deteksi getaran gempa di Kabupaten Lebak.
"Kami berharap pemasangan seismograf atau alat sensor getaran bisa mendeteksi gempa bumi pada permukaan tanah," kata Kepala Seksi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Bandung, Cipta.
Sementara itu, pakar gempa dari Universitas Gadjah Mada, Gayatri Indah Marliyani, mengatakan frekuensi gempa khususnya di pantai selatan Jawa sebenarnya tidak berubah dari tahun ke tahun. Namun, gempa terasa lebih sering terjadi karena ada perhatian lebih besar dari masyarakat.
Selain itu, peralatan untuk memonitor kegempaan juga kian canggih. "Dengan peralatan yang semakin modern, gempa berintensitas relatif kecil saja dapat terdeteksi dengan baik," ujarnya.(Cah/Tes/KG/BY/DG/BB/AU/Ant/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved