Pemerintah Akan Tambah Tenaga Kesehatan ke Papua

Indriyani Astuti
23/1/2018 19:55
Pemerintah Akan Tambah Tenaga Kesehatan ke Papua
(ANTARA)

MASALAH kesehatan yang terjadi di Provinsi Papua tidak lepas dari mal distribusi tenaga kesehatan yang belum merata di semua wilayah. Disadari oleh pemerintah, geografis Papua yang luas dan sulit dijangkau menjadi kendala.

Kendati begitu, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Usman Sumantri memastikan akan ada penambahan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan minimal di Puskemas.

Menurut Usman, tambahan tenaga kesehatan akan dilakukan setelah pasca tanggap darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua.

"Setelah tanggap darurat akan kita kirim tim Nusantara Sehat dan Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) disana," ujar Usman ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Untuk sementara, imbuhnya, jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Asmat sudah memadai karena Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan 39 tenaga kesehatan ditambah dengan tenaga kesehatan dari TNI dan Polri termasuk flying health care.

Usman lebih lanjut mengatakan pada 24 Januari, 39 tenaga kesehatan (nakes) yang telah berada 10 hari di Kabupaten Asmat, akan digantikan oleh tim lainnya.

"Rabu (24/1) akan terjadi pergantian nakes karena sudah 10 hari mereka bertugas. Akan terjadi 9 kali pergantian tim sampai dengan akhir Maret," terangnya.

Tim kesehatan tersebut akan bergantian melakukan pelayanan kesehatan dan penanganan KLB Campak serta gizi buruk di Asmat hingga Maret 2018. Mereka terintegrasi dengan tim-tim kesehatan yang ada dari berbagai sektor dengan melakukan tugas yang sudah ditetapkan.

"Semua dikomandani pak Bupati," tutur Usman.

Sebelumnya, pada 2017 lalu Kementerian Kesehatan telah mengirimkan 54 tenaga kesehatan yang tergabung dalam tim Nusantara Sehat guna menjangkau akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil di Papua. Mereka ditempatkan di enam Puskesmas di lima kabupaten yang ada di Provinsi Papua. Kelima kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Keerom, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Marauke dan Pegunungan Bintang.

Sementara itu, Kementerian dan lembaga lain telah mendistribusikan bantuan ke Kabupaten Asmat. Kementerian Sosial mengirimkan 3 ton beras dan 25.000 paket Pendamping Makanan Tambahan (PMT) untuk pemulihan gizi anak-anak disana.

"Bantuan sudah didistribusikan melalui posko bantuan," ujar Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya