Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALUMNI Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang membentuk tim pemenangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018. Mereka tergabung dalam wadah bernama Santri Gayeng.
Ketua Pelaksana Harian Santri Gayeng MA Haidar Buchori mengatakan, selama ini alumni Sarang telah terwadahi dalam Himpunan Alumni Al-Anwar Sarang (HIMMA). Namun, khusus untuk pemenangan Ganjar-Yasin, mereka membentuk struktur baru bernama Santri Gayeng.
"Tanggal 15 Januari kemarin sudah kami bentuk dan tunjuk koordinator tiap kabupaten. Hari ini lanjut pembentukan struktur kecamatan," kata Haidar seusai peresmian Posko Ganjar Yasin di Desa Kapencar, Kertek, Wonosobo, kemarin.
Santri Gayeng juga akan diperkuat dengan jaringan santri di Jawa Timur, yakni dari Ponpes Al Falah Ploso Kediri dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang merupakan dua pondok besar di Kediri.
"Alumni Ploso dan Lirboyo juga sudah menunggu, tapi karena secara resmi belum sowan ke sana, kami belum berani membentuk meski teman-teman alumni di sana sudah menunggu," katanya.
Haidar mengatakan alumni Sarang berjumlah sekitar 50 ribu santri. Mereka tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengah. "Alumni Sarang rata-rata punya pondok. Santri dan jemaah mereka ratusan sampai ribuan. Ada juga kiai langgar yang jemaahnya di dua tiga RT," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakini ajang pemilihan kepala daerah di Jawa Tengah berlangsung aman dan bebas dari gesekan. "Jawa Tengah anteng saja," kata dia.
Agar pilkada mendatang tetap kondusif dan jauh dari gesekan, lanjut dia, kampanye dengan ujaran kebencian serta fitnah perlu dihindarkan. "Yang penting mudah-mudahan tidak ada hoaks, tidak ada ujaran kebencian, tetapi harus berbasis program," kata kandidat petahana tersebut.
Cyber crime
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan tim cyber crime untuk menangkal penyebaran informasi hoaks, ujaran kebencian, serta fitnah. Seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah pun diminta ikut terlibat untuk mengontrol.
Bakal calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyebut Pilkada Jawa Tengah 2018 berbeda dengan pilkada DKI Jakarta. Meski head to head, kedua bakal calon sudah bersepakat untuk menjaga Jawa Tengah tetap kondusif.
"Kami sudah bersepakat dengan bakal calon lainnya, Pak Ganjar Pranowo dan Taj Yasin untuk menjaga Jawa Tengah kondusif, aman, dan tidak saling memanasi dengan cara saling menyerang atau kampanye hitam," ujar mantan menteri ESDM itu.
Sudirman menyinggung angka golongan putih di Jateng yang relatif tinggi bahkan hingga 45%. Warga diminta datang ke TPS pada 27 Juni 2018.(JI/AU/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved