Jokowi : Itera Mesti Cetak SDM Handal Hadapi Revolusi Industri

Syarief Oebaidillah
21/1/2018 17:43
Jokowi : Itera Mesti Cetak SDM Handal Hadapi Revolusi Industri
(MI/Ramdani)

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bekerjasama membantu proses pembangunan Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Menurutnya, keberadaan Itera dinilai berperan penting untuk mencetaj sumber daya manusia (SDM) handal yang siap menyongsong revolusi industri.

"Revolusi industri 4.0 semuanya membutuhkan banyak engineer. Saya lihat fakultas di sini sudah menuju ke arah sana. Tantangan revolusi industri itu akan kita kejar, salah satunya melalui percepatan kampus Institut Teknologi Sumatera ini," kata Presiden Jokowi didampingi Menristek Dikti M Nasir saat meninjau kampus Itera di Lampung Selatan, hari ini.

Jokowi mengemukakan pada tahun sebelumnya pemerintah pusat melalui BUMN telah mengucurkan bantuan Rp50 miliar untuk pembangunan akses jalan menuju Itera, enam buah embung yang berfungsi menjaga kualitas air tanah, dan tiga asrama mahasiswa.

Tahun ini bantuan akan ditambah berupa dua gedung perkuliahan dengan nilai Rp129 miliar yang berasal dari DIPA Kemenristek Dikti dan skema BASN , satu gedung laboratorium teknologi senilai Rp60 miliar dari Kementerian PUPR, serta dua asrama mahasiswa senilai Rp50 miliar yang berasal dari batuan corporate social responsibility (CSR) BUMN.

Menristek Dikti M Nasir menyatakan kampus Itera diharapkan menjadi kampus teknologi unggulan di wilayah Sumatera.Menurutnya di berbagai wilayah Jawa ,Kalimantan , dan wilayah lainnya akan ada kampus teknologi unggulan.

"Itera kita proyeksika 25 tahun lagi menjadi kampus terdepan yang dapat menyamai ITB yang merupakan pembina Itera," kata M Nasir.

Saat ini ITB menjadi induk Itera ditambah kampus Universitas Lampung .

Dia juga berharap dengan lahan yang luas dan hijau .kampus Itera dapat menjadi pusat inspirasi dan melahirkan para calon pemimpin bangsa di masa datang.

Rektor Itera Ofyar Z Tamin mengapresiasi atas dukungan Presiden dalam pembangunan Itera. Ia memaparkan percepatan pembangunan kampus Itera yang berdiri di atas lahan 275 hektare dibagi dalam tiga tahap pengembangan yang masuk dalam salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Lampung.

Tahap pertama periode 2017-2020 tengah dibangun asrama student center, perpustakaan, dan gedung kuliah umum dengan kebuthan anggaran Rp930 miliar.

Pada tahap kedua periode 2021-2024 akan dibangun gedung kuliah umum, laboratorium teknologi, masjid raya, gelanggang olahraga, dan solar farm dengan kebutuhan anggaran Rp1.410 miliar.

Pembangunan tahap ketiga periode 202-2027 mendatang akan dibangun gedung kuliah umum, laboratorium teknologi (pusat riset unggulan community based development), dan wisma dosen dengan kebutuhan anggaran Rp1.260 miliar.

"Sehingga kebutuhan total dana percepatan pembangunan kampus Itera 10 tahun ke depan sebesar Rp3,6 triliun," ujar Ofyar yang juga Guru Besar ITB.

Itera bekerjasama dengan LIPI dan Kementerian PUPR juga akan membangun kebun raya seluas 75.52 hektare. Kebun Raya Itera ini menurut Ofyar akan menjadi sarana konservasi berbagai jenis tumbuhan, sarana penelitian di bidang konservasi tumbuhan, jasa lingkungan, serta fungsi wisata bagi masyarakat umum.

"Selain itu kita juga akan membangun Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) yang terletak di Gunung Betung dengan luas area 30 hektare. OAIL merupakan titik baru fasilitas patroli langit nasional dalam jaringan pengamatan astronomi dan astrofisika nasional dan siap bekerja sama dalam jaringan langit yang lebih luas di wilayah regional maupun internasional," ujar Ofyar.

Ke depan, kampus yang saat ini memiliki 21 program studi akan mengembangkan pendidikan vokasi diploma 1 bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tentang pemetaan lahan. Lulusan dari program ini akan memiliki kompetensi bidang sertifikasi lahan yang mendukung program satu juta sertifikat lahan oleh pemerintah. (EP/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya