Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat sudah melaksanakan outbreak response immunization (ORI) atau imunisasi ulang, menindaklanjuti kejadian luar biasa (KLB) campak yang menyerang anak-anak di sana.
Imunisasi ulang penting dilakukan karena penyakit campak mudah menyebabkan komplikasi, jika terjadi pada anak dengan kondisi menderita gizi buruk.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyampaikan, ORI sudah dilakukan di sejumlah distrik di antaranya Suator dan Kolf Brasa melayani 933 anak, Fayit dan Aswi melayani 407 anak, Pulau Tiga melayani 487 anak, Jetsy melayani 320 anak, dan Distrik Sirets melayani 732 anak.
"ORI sudah dilakukan pada Kamis (18/1)," ujar Oscar di Jakarta, Sabtu (20/1).
Dia menjelaskan, ORI merupakan prosedur standar yang harus dilakukan apabila terjadi KLB, terutama penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
ORI, ujarnya, dapat memutus mata rantai penularan dan menutup gap immunity yang ada, sekaligus memberikan kekebalan dan membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.
Sasaran ORI campak di Kabupaten Asmat, imbuh Oscar, meliputi balita yang berusia antara 9-59 bulan. Adapun vaksin yang digunakan untuk ORI campak di Kabupaten Asmat berasal dari buffer stock vaksin campak yang ada di Provinsi Papua.
"Ketentuan ORI campak tidak sama dengan ORI pada KLB difteri, karena penyebab penyakitnya pun berbeda. Pemberian vaksin campak tidak perlu dilakukan tiga putaran, cukup satu kali pemberian saja sudah cukup membentuk kekebalan," ucapnya.
Campak atau yang dikenal dengan nama Measles merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus golongan paramyxovirus. Campak biasanya ditularkan melalui droplet yang terhirup saat penderita batuk atau bersin.
Penyakit ini dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem kekebalan, sehingga anak menjadi rentan terhadap berbagai infeksi lainnya, seperti pneumonia dan diare. Campak sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.
Mengutip pernyataan Bupati Asmat Elisa Kambu, Oscar mengatakan pasien campak secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Asmat hingga 17 Januari 2018 berjumlah 600 kasus. Dinkes Provinsi Papua juga telah mengirimkan 1.100 vial vaksin campak sebagai tambahan untuk ORI di setiap distrik.
Hingga saat ini bantuan terus mengalir ke Asmat. Polri bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, TNI dan Pemerintah setempat menyalurkan tenaga medis, obat serta Pendamping Makanan Tambahan.
Sebelumnya, 39 tenaga kesehatan telah berangkat ke Kabupaten Asmat pada pekan lalu. Mereka terdiri dari 11 orang di antaranya merupakan dokter spesialis, yakni 1 dokter spesialis bedah, spesialis kulit kelamin, spesialis anestesi, spesialis obgyn, dan spesialis gizi klinik, 3 dokter spesialis anak, 3 dokter spesialis penyakit dalam, dan 4 dokter umum.
Lalu 3 perawat bedah dan 2 orang penata anestesi, tenaga kesehatan lainnya, yakni tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan dan surveilans.
Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Usman Sumantri menuturkan, bulan ini tim kesehatan masih bergantian melakukan pelayanan kesehatan di Asmat. Mereka terintegrasi dengan tim-tim kesehatan yang ada dari berbagai sektor dengan melakukan tugas yang sudah ditetapkan.
"Semua dikomandani Pak Bupati," tutur Usman di Jakarta, Sabtu (20/1 ).
Pascapemulihan, Kementerian Kesehatan akan melakukan penambahan khusus tenaga kesehatan yang ada dengan mengirimkan tim yang tergabung dalam program Nusantara Sehat. Sebab di Kabupaten Asmat, jumlah tenaga kesehatan masih minim. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved