MUMI Chinchorro yang berusia sekitar 7.000 tahun kini terancam hancur karena kadar kelembapan pada mumi itu terus meningkat.
Kondisi kelembapan yang tinggi memungkinkan bakteri tumbuh berkembang biak.
Karena itu, kulit mumi secara perlahan menghitam dan bergelatin.
Proses kehancuran secara alami itu sudah dimulai sejak 10 tahun lalu dan mengenai lebih kurang 120 mumi di museum arkeologis, University of Tarapaca, sebelah utara kota pelabuhan Arica, Cile.
Berdasarkan uji laboratorium diketahui, bakteri pada mumi tidak berasal dari organisme masa lalu.
Bakteri itu biasa hidup pada kulit orang.
Begitu berada pada temperatur yang tepat, dia akan menggunakan kulit sebagai nutrisi.
Tingkat kelembapan di wilayah tempat museum itu berada memang meningkat akhir-akhir ini, terutama dalam 10 tahun terakhir.