Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 450 pemuka agama yang diakui di Indonesia akan menghadiri Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa pada 8-10 Februari 2018 di Jakarta.
Musyawarah bertajuk 'Rukun dan Bersatu Kita Maju' ini diadakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) dengan tujuan untuk mewujudkan kerukunan antar-umat beragama yang berkelanjutan.
“Satu modalnya adalah keberagaman bangsa Indonesia yang moderat, yang menempuh ‘jalan tegah’ dan itu ada di semua agama. Kedua, kita memiliki komitmen dan kesepakatan bersama berupa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini adalah modal besar sehingga kegiatan ini untuk merevitalisasi kembali akar-akar kerukunan bangsa Indonesia yang berbeda-beda agama,” ujar Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, M Din Syamsuddin pada saat konferensi pers di kantornya, hari ini.
Dalam konferensi pers tersebut Din Syamsuddin didampingi oleh Pdt Gomar Gultom (Sekretaris Umum PGI), Uung Sendana (Ketua Umum MATAKIN), Philip K Wijaya (Pengurus WALUBI), Romo Agus Ulahayanan (Pengurus KWI), dan Nyoman Udayana Sangging (Pengurus PHDI).
Para tokoh agama yang hadir ini berasal dari aneka macam kategori kelompok agama, mulai dari kalangan konservatif hingga moderat. Semua pemimpin majelis agama di Indonesia menjadi penasihat kepanitiaan sekaligus pimpinan sidang Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa.
Lewat musyawarah tersebut, Din mengharapakan bisa dirumuskan kesepakatan bersama, terutama bagaimana seluruh umat beragama mengatasi masalah-masalah kebangsaan yang masih terjadi.
Selain itu, musyawarah itu juga diharapkan menghadilkan kesepakatan mengenai persamaan pandangan dan rencana kegiatan kolektif di masa yang akan datang dalam rangka mewujudkan keberlanjutan kehidupan umat beragama yang rukun dan damai di Indonesia.
“Musyawarah ini diharapkan menjadi sarana dialog dari hati ke hati secara terbuka, tulus, dan terus terang untuk menyelesaikan masalah bersama. Saya berkeyakinan dan optimis musyawarah nanti bias menghasilkan kesepakatan yang dapat menjadi rujukan bersama,” jelas Din.
Musyawarah in akan dilanjutkan dengan Pekan Kerukunan Agama. "Insyaallah setelah acara musyawarah ini akan diikuti perayaan agenda PBB, World Interfaith Harmony Week atau pekan kerukunan agama di Jakarta tanggal 11-nya," tutup Din. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved