Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UJIAN Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang sekolah dasar (SD) yang bakal digelar tahun ini meliputi 3 mata pelajaran yakni bahasa Indonesia, matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Berbeda dengan sebelumnya, penyusunan paket soal USBN SD sepenuhnya bakal diserahkan kepada guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam jumpa pers di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/1), menyatakan perubahan mekanisme penyusunan soal tersebut ditargetkan untuk mendorong peningkatan peran dan mutu guru. Pihaknya berharap guru-guru SD bisa terpacu untuk meningkatkan kompetensi dengan mampu membuat soal ujian berstandar nasional.
"Kita ingin merevitalisasi peran guru di dalam menguasai salah satu tugas pokoknya yaitu evaluasi (ujian). Selama ini soal ujian ditetapkan oleh provinsi atau institusi tertentu. Selama ini soalnya sudah jadi. Tidak bisa lagi ngambil soal dari bimbel dan LKS, misalnya. Karena itu dengan USBN guru mengambil peranan kembali," tuturnya.
Muhadjir mengatakan USBN SD tahun ini tidak mengikutkan semua mata pelajaran (8 pelajaran) agar transisi mempersiapkan kemampuan guru membuat soal bisa berjalan mulus. Kemungkinan menambah jumlah mata pelajaran yang diujikan bergantung pada hasil evaluasi. Ia menambahkan pihaknya sejak tahun lalu sudah melatih guru-guru untuk untuk mempelajari teknik evaluasi siswa.
"Tahun depan akan kita evaluasi. Kalau sudah siap bisa saja ditambah sebagian atau keseluruhan mata pelajaran. Walaupun tidak semua mata pelajaran diuji dalam USBN, guru-guru yang mata pelajarannya tidak USBN diharapkan nantinya sudah mahir membuat soal," imbuhnya.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno menambahkan, tugas penyusunan soal USBN SD juga bakal berperan untuk memetakan kompetensi guru. Berbeda dengan ujian sekolah/madrasah (USM) tahun lalu yang paket soalnya disusun Dinas Pendidikan provinsi, pembuatan soal USBN diserahkan kepada guru.
"Ini untuk melihat sejauh mana kemampuan guru dalam membuat soal. Ini merupakan proses pemetaan kepada guru," ujar Totok.
Ia mengatakan, perbedaan mencolok lain dalam USBN SD ialah kombinasi jenis soal yang sebelumnya semua berisi jawaban ganda, akan ditambah dengan porsi esai. Dalam USBN SD akan terdapat 10% soal dengan jawaban esai yang akan dibuat oleh guru.
"Pilihan ganda merupakan kebiasaan yang kurang baik dan kurang sehat. Kalau dibiasakan pilihan ganda, spekulatifnya tinggi bukan reasoning," paparnya.
Untuk waktu pelaksanaanya, Totok mengatakan sekolah bisa memilih sendiri pada rentang April-Mei.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menuturkan, pihaknya dalam waktu dekat segera memberikan pelatihan kepada guru-guru SD dalam rangka persiapan penyusunan soal USBN. Pihaknya juga menyiapkan kisi-kisi sebagai pedoman.
"Guru guru kita sudah dilatih di setiap KKG dan MGMP untuk penyusunan soal yang standar nasional. Semua akan kita pandu dengan pedoman dari pusat. Mulai Februari akan dilatih lagi di setiap kabupaten/kota untuk menyiapkan soal," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved