Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir untuk menjalankan merger perguruan tinggi dianggap baik, tapi sulit diwujudkan.
Menteri M Nasir mengungkapkan pihaknya menargetkan hanya akan ada 3.500 perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Itu sebabnya perlu dilakukan merger demi mengurangi jumlah tersebut.
"Soal merger ini sudah ada dari beberapa menteri terdahulu, bukan baru sekarang dan selama ini selalu gagal. Itu karena memang tidak mudah dengan kerumitan dan kompleksitas yang ada," kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Tjatmiko di Jakarta, Minggu (7/1).
Menurut dia, sebagai gagasan, merger PT menjadi kemudahan dalam pembinaan PT oleh Dikti. "Tambahan lagi yayasan dan Dikti akan lebih efisien dan efektif dalam pembinaan dan segala hal. Tetapi hal itu tidak semudah apa yang diinginkan dalam pelaksanaannya," jelas Budi.
Ia mencontohkan, ada beberapa hal yang dihadapi oleh yayasan dengan merger, misalnya masalah kepemilikan tanah. Itu harus juga dilakukan balik nama jika tanah tersebut mengunakan nama PT atau yayasan berbeda. Kemudian akan banyak mengeluarkan PPn dan biaya balik nama serta urusan yang lain.
"Selain itu tanpa disadari harus mengubah administrasi dan perlengkapan kantor. Makanya pemerintah harus memberikan insentif berupa kemudahan, misalnya persyaratan yang kurang dapat diselesaikan sambil berjalan," jelasnya.
Selain itu hal yang juga penting ialah melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi dengan APTISI sebagai wadah berkumpulnya perguruan tinggsi swasta (PTS). "Karena yang sering terjadi mereka jalan sendiri tanpa kami diajak urun rempug," ungkapnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved