Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 8 mata pelajaran, hingga saat ini masih terus dikaji.
Bersama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), kebijakan tersebut akan dilakukan begitu revisi Permendikbud Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan, telah diselesaikan.
“Nanti agar menunggu Permendikbudnya,” ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad di Jakarta, Kamis (4/1).
Hamid mengatakan, penetapan revisi Permendikbud tersebut masih disiapkan oleh BNSP. Di dalamnya juga terlibat Balitbang dan direktorat terkait lainnya di Kemendikbud.
Pemerintah sebelumnya berencana mengganti ujian sekolah (US) dengan USBN untuk jenjang SD. Sebelumnya, USBN hanya untuk jenjang SMP/SMA/SMK dan sederajat. Rencananya, USBN SD ini akan diterapkan pada ujian akhir tahun ajaran 2017/2018 untuk Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, PKN, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Agama.
Sebelumnya, beberapa pihak di bidang pendidikan mengatakan, hal tersebut dikhawatirkan dapat membebani siswa dan guru. Terutama karena waktu pelaksanaan USBN tinggal hitungan bulan. Sementara sebelumnya, yang disiapkan siswa dan guru baru 3 mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan Retno Listyani mengatakan, bila ingin melanjutkan melakukan USBN untuk jenjang SD seperti ini, pemerintah sebaiknya melakukan uji coba lebih dulu. Hal itu dibutuhkan untuk melihat kondisi kesiapan serta dampak yang ditimbulkan dari sistem tersebut, baik untuk pelaksana atau siswa.
"Sebaiknya dilakukan uji coba dululah, jangan terlalu buru-buru tetapi akhirnya tidak berjalan sesuai rencana. Sebelumnya kan juga sering begitu," ujar Retno.
Ia mengatakan, akan lebih baik lagi bila sistem tersebut dilakukan secara bertahap. Misalnya dengan menambahkan satu atau dua pelajaran terlebih dulu sebelum memutuskan menambah banyak pelajaran sekaligus. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved