Bagai Mimpi,Makan dan Menginap di Istana

Nur Aivanni/X-5
02/1/2018 09:19
Bagai Mimpi,Makan dan Menginap di Istana
(PRESIDENRI.GO.ID)

MALAM itu, Minggu, 31 Desember 2017, Presiden Joko Widodo meminta kepada ajudannya agar warga yang berada di depan Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, diundang masuk bersantap malam. "Undang 70 orang makan malam di sini (Gedung Agung)," pinta Presiden.

Karena banyaknya warga, tidak kurang dari 250 orang yang ikut hadir di Gedung Agung. Di antara mereka ada tiga gadis asal Madiun, Jawa Timur, yaitu Sheilanda Bunga, 17, Arinka Al Afarin, 18, dan Nurul Hafsah, 18.

Mereka tiba di Yogyakarta masing-masing dengan uang saku Rp150 ribu. Berangkat dari Madiun dengan bus umum pada pukul 08.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.00. Sebelum malam tiba dan berada di depan Gedung Agung, mereka sempat numpang mandi. "Tadi, mandinya di rumah sakit belakang sini," ujar Hafsah.

Tujuan mereka ke Kota Gudeg ialah berlibur menjelang Tahun Baru dan ini pertama kali mereka menginjakkan kaki di Yogyakarta. "Enggak tahu kalau ada (Presiden Jokowi). Tahunya pas nanya orang, 'Ini kenapa kok ramai?'. Terus orangnya jawab 'Ada Pak Jokowi. Kalau mau foto, sana'. Kita lalu antre, desak-desakan," kata Arin.

Dalam santap malam tersebut, ketiganya mengaku menikmati satai ayam dan teh hangat. Saat ditanya tentang apa yang rasa sebab bisa berfoto bersama Presiden. "Senang, deg-degan, rasanya enggak percaya, kayak mimpi," ujar Bunga berbinar.

Ketiga remaja siswa kelas 12 itu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan cita-cita mereka kepada Jokowi. "Minta doa, kan mau UN (ujian nasional), eh, ke universitas. Mau masuk ke UGM (Universitas Gadjah Mada)," kata Bunga.

Mereka mengatakan alasan memilih UGM ialah Presiden lulusan universitas tersebut. Saat ditanya tentang respons Presiden mengenai cita-cita. "'Amin... amin...' kata Pak Jokowi," papar Arin menirukan Presiden.

Setelah santap malam dan berfoto bersama Kepala Negara, Hafsah menelepon ibunya. "Ini sampai nangis. Senang terharu," katanya.

Dari Gedung Agung, mereka berkeliling menikmati suasana malam hingga pergantian tahun dan berencana baru pagi harinya kembali ke Madiun, kemarin. Namun, mereka hendak istirahat dulu. "Ya, di mana saja. Masjid bisa. Yang penting istirahat," ucap Hafsah.

Kabar ketiga gadis yang belum jelas di mana akan menginap itu sampai ke telinga Jokowi. Ia langsung memerintahkan Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Saifulah agar mencari dan meminta mereka menginap di istana. Akhirnya, pada 1 Januari 2018 pukul 00.30, ketiga gadis itu kembali ke Gedung Agung.

Hafsah tidak tahu kenapa diminta kembali ke Gedung Agung. "Diminta identitas di ruang piket lalu mengisi keperluan menginap," ujar Arin. Mereka mendapat kamar 004 di Wisma Negara. "Ngewel (bergetar)," aku Hafsah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya