Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGSA Indonesia yang majemuk (beragam) patut bersyukur telah melewati hari-hari perjalanan hidup yang penuh dinamika. Meski kerap terjadi perbedaan, bahkan seakan terjadi perseteruan di antara anak bangsa, rakyat masih menjunjung nilai-nilai agama dan menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Hal itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam empat pesannya memasuki 2018 di Jakarta, kemarin.
Selain itu, bangsa ini harus menjaga jihad informasi sebagai wujud ekspresi beragama secara positif. Menurut Menag, dinamika informasi berkembang demikian cepat. "Marilah menata nalar agar kita senantiasa berdiri di atas kebenaran dalam menyikapi berbagai informasi maupun ekspresi. Menjaga nalar seperti ini tentu juga menjadi pesan dan ajaran agama," ujarnya.
Ketiga, menebarkan kedamaian. "Kendalikan jemari, ubahlah sikap dengan memperbanyak senyum dan berbagi nikmat. Damaikan hati, tenteramkan jiwa, cerdaskan pikiran agar kita memperoleh rahmat-Nya. Bahagiakan sesama maka kita akan lebih merasa bahagia," pesannya.
Keempat, arahkan energi menjadi positif. Masa depan bangsa ditentukan bagaimana pengelolaan energi generasi muda. Karena itu, anak-anak muda diharapkan dapat menggunakan energi mereka untuk beragam kegiatan positif agar masa muda yang berharga tidak berjalan sia-sia.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya berharap tahun ini menjadi momentum memperkuat semangat kemanusiaan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Tahun politik 2018 menjadi ujian, apakah demokrasi Indonesia mampu berdiri kukuh pada pemahaman nilai kemanusiaan yang menyatu dengan nilai ketuhanan, kebangsaan, musyawarah mufakat, dan perjuangan menegakkan keadilan sosial," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut Hasto mengingatkan bahwa demokrasi dalam pemilu hanyalah alat sehingga jangan memecah-belah bangsa hanya demi kemenangan. Pemilu untuk mencari pemimpin yang jujur, visioner, dan mampu membawa perubahan untuk perikehidupan rakyat yang lebih baik.
Dalam konteks itu, menurutnya, pihaknya berharap agar dalam Pilkada 2018, meskipun terjadi persaingan, watak perikemanusiaan dan perikeadilan tetap menjadi tolok ukur utama kualitas demokrasi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved