Difteri akan Dapat Diatasi

Putri Rosmalia Octaviyani
31/12/2017 20:58
Difteri akan Dapat Diatasi
(ANTARA/M Agung Rajasa)

KEMENTERIAN Kesehatan serius menangani kejadian luar biasa (KLB) Difteri yang ada saat ini.

Keseriusan tersebut disambut positif dengan adanya dukungan dari kementerian dan lembaga terkait serta berbagai organisasi keagamaan, ikatan profesi, LSM, swasta dan masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (31/12), mengatakan, salah satu faktor yang membuat penanggulangan KLB menjadi lebih sulit adalah karena adanya orang sehat yang tidak menunjukkan gejala difteri namun bisa menularkannya pada orang lain, atau disebut dengan carrier.

“Oleh karenanya, menerapkan perilaku bersih dan sehat menjadi penting dalam setiap kesempatan. Tidak lupa menerapkan etiket batuk dengan menggunakan masker atau menutup mulut saat batuk. Sebagaimana diketahui, penyakit difteri utamanya ditularkan melalui percikan ludah atau air liur penderita kepada orang lain yang berada dekat dengannya," ujar Oscar.

Sampai dengan 25 Desember 2017 Kementerian Kesehatan telah mengumpulkan data epidemiologis KLB Difteri. Saat ini kumulatif selama 2017 terdeteksi sebanyak 907 kasus, dengan 44 di antaranya meninggal dunia. Kasus dilaporkan ada di 164 Kabupaten kota dari 29 provinsi.

KLB Difteri pada saat ini memiliki gambaran yang berbeda daripada KLB sebelumnya yang pada umumnya menyerang anak Balita. KLB kali ini ditemukan pada kelompok umur 1-40 tahun, dengan 47% menyerang anak usia sekolah (5–14 tahun) dan 34% menyerang umur di atas 14 tahun.

“Data tersebut menunjukkan proporsi usia sekolah dan dewasa yang rentan terhadap difteri cukup tinggi,” ujar Oscar.

Dalam musim liburan ini ketika pergerakan penduduk kemungkinan meningkat baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, Kemenkes melakukan penguatan pengawasan terhadap penyakit ini.

Penanggulangan KLB Difteri dilakukan dengan mengadakan ORI atau Outbreak Response Immunization, yaitu mengimunisasi penduduk yang tinggal di sekitar penderita dimulai dari mereka yang tinggal serumah, tetangga dan mereka yg pernah menengok penderita. Dengan ORI, KLB Difteri secara berangsur-angsur akan dapat diatasi.

“Beberapa fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta telah siap untuk memberikan pelayanan imunisasi Difteri kepada orang dewasa, dengan pembayaran yang bervariasi jumlahnya,” ujar Oscar. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya