Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN pasien penderita penyakit paru setiap hari tercatat menjalani rawat jalan di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Kota Bekasi. Bahkan, 20 pasien di antaranya terpaksa masuk daftar pasien rawat inap.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Bekasi Sudirman menyampaikan, adanya gedung pelayanan penanganan pasien penyakit paru amat dibutuhkan di Kota Bekasi. Sebab, jumlah pasien penderita penyakit paru cukup tinggi di Kota Bekasi.
“Sekitar 100 pasien mengantri berobat di Poli Paru tiap harinya. Itu sebabnya kami butuh gedung khusus bagi para pasien,” ungkap Sudirman, Kamis (28/12).
Sudirman menjelaskan, penderita penyakit paru harus segera mendapatkan pertolongan. Bila tidak, penyakit yang menyerang alat pernafasan manusia tersebut akan bertambah parah. Bahkan, ruang isolasi bagi pasien khusus penderita paru harus dibedakan. Sebab, penyakit yang menyebar lewat udara tersebut bisa membahayakan pasien lainnya.
Di gedung khusus penanganan penyakit paru, lanjut Sudirman, pasien akan mendapatkan beberapa layanan medis serba cepat. Di antaranya pelayanan bronkospi, poliklinik khusus alergi asma, poliklinik berhenti merokok dan pelayanan pasien Tuberkulosis Paru Multi Drug Resisten (MDR).
“Penderita penyakit paru harus steril, sebab penularannya amat cepat melalui udara,” ungkap Sudirman.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi menyampaikan, tiap tahun angka suspect penyakit Tuberkulosis (TB) paru memang cukup tinggi. Di 2014 suspect penyakit TB tercatat sekitar 9.204 pasien, 2015 tercatat 12.831 pasien dan 2016 sebanyak 11.960 pasien.
“Temuan pasien penderita TB di Kota Bekasi cukup tinggi. Namun, dari 2015 ke 2016 temuan suspect penyakit TB di Kota Bekasi menurun,” jelas dia.
Meski demikian, tutur Kusnanto, progres penyembuhan penderita penyakit TB pun mengalami progres yang cukup baik. Di 2014, penyembuhan pasien penyakit TB sebanyak 77,5% dari target kesembuhan 85%. Pada 2015 penyembuhan pasien penyakit TB sebanyak 74% dari target penyembuhan 85%. Sedangkan pada 2016 penyembuhan penyakit TB sebanyak 84% dari target penyembuhan 85%.
“Meski suspect kasus TB cukup banyak namun progres penyembuhannya pun cukup baik,” imbuh Kusnanto.
Sementara itu, saat ini Pemerintah Kota Bekasi tengah membangun gedung rumah sakit khusus perawatan penderita penyakit paru. Pembangunan gedung enam lantai ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp70 miliar.
Kepala Bidang Bangunan dan Gedung pada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Inryd Arieswaty menyampaikan, pembangunan gedung khusus pasien penderita penyakit paru tersebut dibangun menggunakan APBD tahun jamak 2017-2018. Namun, di penghujung tahun pembangunan tersebut baru masuk tahap peletakan batu pertama.
“Pembangunannya menggunakan anggaran tahun jamak. Tahun ini masuk anggaran APBD Perubahan dan pada 2018 dianggarkan dalam APBD murni dengan total nilai Rp70 miliar,” ungkap Inryd.
Inryd menjelaskan, gedung tersebut akan dibangun di Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur. Rencanannya selain penderita penyakit paru, perawatan pertama penderita pasien penyakit jantung pun akan dirawat di gedung tersebut.
Saat ini, pemerintah telah membebaskan lahan sekitar 1.533 meter persegi. Gedung empat lantai tersebut akan dilengkapi dengan area parkir semi basement. “Proses pengerjaan selama 390 hari kalender, diperkirakan pada Desember 2018 pembangunan sudah selesai,” tuturnya.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan, pembangunan gedung khusus pasien penderita paru tersebut bisa bermanfaat untuk warga Kota Bekasi agar tidak perlu berobat ke daerah lain. Sebab, pemerintah telah menyediakan fasilitas kesehatan yang mumpuni.
“Warga tidak perlu lagi repot, sebab akan ada gdung khusus penyakit paru, pelayanan kesehatan untuk Kota Bekasi punsudah terlaksana dengan program Kartu Sehat Berbasis NIK,” tandas Rahmat. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved