Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GELAK tawa peserta Entrepreneurs Wanted di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, kemarin, pecah saat Presiden Joko Widodo menceritakan perjalanan usaha dua anaknya. Orang nomor satu di Indonesia itu berkelakar mengeluhkan pilihan usaha putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.
Di hadapan sekitar 2.000 peserta calon wirausaha muda, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu menceritakan usaha mebelnya yang tidak dilirik Gibran. Jerih payah mantan Wali Kota Solo itu mengembangkan usahanya tidak menarik minat sang anak yang malah memilih berjualan martabak.
"Saya heran, usaha furnitur saya sudah besar, pabriknya besar, pegawainya banyak, tapi kok enggak ada anak saya yang mau meneruskan. Anak saya yang pertama malah jualan martabak," kelakar Presiden yang langsung disambut gelak tawa hadirin.
Tak sampai di situ, cerita Presiden tentang usaha anaknya berlanjut dengan kisah putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Lagi-lagi Presiden berseloroh mengeluhkan pilihan anaknya yang tidak juga mau meneruskan usaha mebelnya.
"Yang gede jual martabak, eh yang paling kecil malah jualan pisang goreng."
Namun, pada akhirnya Presiden pun menyadari betul bahwa menjalani usaha harus sesuai dengan keinginan, bukan karena keterpaksaan. "Sekarang nama martabak anak saya lebih besar lima kali lipat dari nama usaha saya," ucapnya penuh bangga.
Karena itu, Presiden mengajak para generasi muda (milenial) untuk berinovasi mencari peluang-peluang usaha. Apalagi dalam waktu lima tahun ke depan ada peluang US$130 miliar di Indonesia.
"Yang paling penting mengubah paradigma, setelah kuliah mau apa, jangan sampai semua mau jadi pegawai. Jadilah entrepreneur sebagai pilihan," ujarnya.
Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini hanya sekitar 3,3%. Bandingkan dengan di Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4,5%).
Setelah memberikan sambutan, Jokowi menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sejumlah wirausaha muda yang hadir, di antaranya Fatimah Afranolema Atma, siswi SMA Negeri 1 Kota Bandung, Jawa Barat.
Fatimah, selain berjualan tas, berusaha di bidang pelayanan jenazah, dari menyediakan kain kafan, tikar pandan, hingga kapur barus. "Nah, ini produk yang pasarnya pasti, tapi orang tidak melirik," ujar Presiden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved