Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBANGGAAN Indonesia sebagai negara maritim ditekan saat era penjajahan. Akibatnya, visi maritim seperti pada zaman Sriwijaya berkurang.
Kondisi ini diperparah sebelum reformasi, di mana Indonesia mengedepankan doktrin darat, sehingga visi maritim Indonesia mati suri. Kini di era Presiden Jokowi visi maritim dibangkitkan lagi
"Pada zaman Bung Karno, angkatan laut Indonesia masuk sebagai 5 besar yang terkuat di dunia. Tapi sekarang belum ditingkatkan, Pak Jokowi berkomitmen untuk meningkatkan kembali kekuatan maritim Indonesia," tegas Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono saat berbicara dalam Seminar Pembekalan Putra Putri Bahari 2017, di Seskoal, Jakarta (11/12).
Acara tersebut bertujuan untuk mempersiapkan para finalis Putra Putri Bahari dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemilihan Putra Putri Bahari 2017 yang berlangsung dari 6–15 Desember 2017. Rangkaian acara tersebut akan ditutup oleh malam grand final yang diadakan di Baywalk Pluit, Jakarta Utara, Jumat (15/12).
Diaz menjelaskan, Presiden Jokowi memiliki visi 5 pilar poros maritim Indonesia. Pertama, menekankan budaya maritim. Presiden selalu mengatakan kita harus mengembalikan Jalesveva Jayamahe.
"Dalam setiap kunjungan kerjanya, beliau selalu mempromosikan budaya maritim. Sebagai contoh, dalam setiap kuis selalu sebutkan 3 nama ikan, membuat kita berfikir bahwa ikan itu memiliki arti penting," ujarnya.
Visi yang kedua menekankan menjaga sumber daya laut. Mengedepankan penekanan kepada nelayan, sudah diberikan berbagai fasilitas seperti asuransi. Nelayan juga diperhatikan keamanannya tidak hanya di dalam negeri. Tetapi juga nelayan yang masuk perairan malaysia, juga diperhatikan.
Visi ketiga, lanjut Diaz, menekankan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas, dulu mengirim barang lebih murah ke Hong Kong dibandingkan ke Singapura. Tol laut akan menyediakan trayek konektivitas transportasi laut dan mempermurah biaya transportasi. Selain itu, ada juga gudang2 di pelabuhan untuk menyimpan bahan-bahan penting sehingga harga bisa terkontrol.
Visi ke empat, menerapkan diplomasi maritim dan menekankan pada paradigma bahwa laut itu menghubungkan bukan memisahkan. Sebagai contoh, pembangunan di Papua yang membantu Presiden menyesuaikan harga komoditas seperti semen dan BBM di Papua. Indonesia juga menjadi tuan rumah IORA pada Maret lalu.
Visi kelima, papar Diaz lagi, menekankan pada membangun keamanan maritim. Presiden Jokowi membeli kapal selam dari Korea dan melakukan Trilateral Patrol bersama dengan Malaysia dan Filipina untuk menjaga keamanan laut di sekitar Indonesia. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved