Belajar Jurnalistik tidak Harus Jadi Wartawan

04/12/2017 14:51
Belajar Jurnalistik tidak Harus Jadi Wartawan
(Ist)

BELAJAR ilmu jurnalistik tak berarti harus menjadi jurnalis. Justru dengan mengenal ilmu ini bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal itulah yang dilakukan 10 aparatur sipil negara (ASN) dari Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, yang menggali ilmu jurnalistik di Harian Media Indonesia, 4-5 Desember 2017.

"Kami ingin meningkatkan kemampuan karena mayoritas peserta kali ini merupakan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap laman kantor Sekretariat Wapres," ujar Supriyanto, Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Kewartawanan pada Asisten Deputi Komunikasi dan Informasi Publik di Jakarta, Senin (4/12).

Supriyanto menambahkan, dalam bimbingan teknis seperti ini memang harus langsung diarahkan pihak yang berkompeten. Tujuannya ingin memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan untuk kemudian diwujudkan dalam pekerjaan sehari-hari mereka.

Kepada para peserta diberikan teknik penulisan berita, feature, siaran pers, hingga pembuatan foto jurnalistik. Setelah itu peserta diwajibkan membuat karya sesuai dengan minat mereka, untuk kemudian dilakukan evaluasi pada keesokan harinya.

Pada Senin (4/12) siang para peserta melakukan media tour sekaligus diberikan penjelasan terkait kinerja newsroom (ruang redaksi), agar ada gambaran bagaimana sebuah produk berita dihasilkan sebuah media massa. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya