Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menitipkan masa depan bangsa kepada guru-guru yang mengajar di seluruh daerah di Indonesia.
"Kepada guru saya titip untuk terus mendedikasikan diri bukan sekadar mengajar, menjalankan profesi. Saya titipkan masa depan bangsa ini kepada guru," kata Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri perayaan puncak Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, hari ini.
Menurut Presiden, tugas guru adalah memupuk dan menerangi siswa-siswi untuk membangun jiwa yang sehat, matang, dan memahami Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, Presiden Jokowi menjelaskan tugas guru tidak dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi karena bersifat kenabian selain mengajarkan akademik, tapi juga mengajarkan kebaikan kepada generasi muda.
Pendidikan karakter yang dapat dilakukan oleh guru adalah menjalankan misi kemanusiaan dan keberadaban dengan menggali, menyadarkan, dan mengajak serta menggerakkan jiwa anak didik pada kebenaran dan kebaikan.
"Peringatan Hari Guru Nasional ini harus kita jadikan momentum untuk berbenah menyiapkan generasi muda yang tanggap dan tangguh," ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara melakukan salam takzim memberi penghormatan kepada seluruh guru di Indonesia dengan membungkukkan dirinya di depan puluhan ribu guru yang hadir di stadion.
"Untuk itu saya sampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru di Tanah Air, guru-guru yang berada di desa-desa, guru-guru yang berada di pulau-pulau terpencil, pulau terluar dan di daerah perbatasan," kata Presiden.
Ia menjelaskan berkat jasa para guru dirinya bisa menjabat sebagai Kepala Negara saat ini.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rasyidi menyampaikan tiga kebutuhan guru kepada pemerintah. "Pertama, PGRI ingin jadi lokomotif perubahan. PGRI sedang melakukan gerakan perubahan mindset, karena itu PGRI mengambil judul temanya 'Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin Diri dan Etos Kerja'," katanya.
Menurut Unifah, perubahan pola pikir meningkatkan etos kerja merupakan kunci membangun pendidikan karakter bangsa.
Selain itu, Unifah akan menyampaikan tiga persoalan terkait guru yaitu mengenai tunjangan profesi agar dibayar tepat waktu dan tepat jumlah dan yang kedua agar tata kelola guru disederhanakan.
"Jadi intinya itu yang disebut kedaulatan guru, seperti tunjangan profesi, kenaikan pangkat dan sebagainya," jelas Unifah yang akan menyampaikannya kepada Presiden Joko Widodo.
Kemudian hal ketiga yang disampaikan Unifah yaitu pemenuhan kebutuhan guru yang memberikan kesempatan kepada guru-guru di daerah terpencil dan tertinggal.
"Kepada guru-guru daerah terpencil tolong diutamakan. Itu yang penting daerah terpencil, tertinggal, terdepan, terluar itu yang honorer," ujar Ketua PGRI.
Sebanyak 38 ribu orang menghadiri perayaan puncak Hari Guru Nasional dan HUT Ke-72 PGRI di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden dalam acara itu adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala Staf Presiden Teten Masduki serta Ketua Umum PB PGRI Unifah Rasyidin. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved