Cuma Dapat Siapkan Buku dan Pensil

Marcelinus Kelen/N-1
23/11/2017 13:02
Cuma Dapat Siapkan Buku dan Pensil
(ANTARA/SPEDY (STR))

ANAK-ANAK usia sekolah dari Kampung Banti dan Kimbeli, Mimika, Papua, yang dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Eme Neme Timika mendapatkan pelajaran dari para guru dibantu polisi wanita (polwan).

Anak-anak itu sudah tidak mengikuti proses belajar mengajar selama sekitar satu bulan karena disandera.

"Kegiatan belajar mengajar diikuti sekitar 100 murid dengan 10 guru. Ada anak SD dan TK di penampungan ini. Proses belajar mengajar dibantu polwan dari Polres Mimika yang memberi pelajaran pengenalan huruf dan angka. Itu dilakukan untuk mengingatkan kembali apa yang telah mereka dapatkan di kampung mereka," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, kemarin.

Kamal mengatakan pascaevakuasi warga dari tiga kampung ke Timika, pihaknya masih akan melakukan musyawarah untuk membahas solusi yang tepat bagi warga.

"Apakah akan menetap di Timika ataukah kembali ke daerah masing-masing?" kata dia.

Hanya saja, sambung dia, bila kembali ke daerah semula, ada persoalan kelancaran kehidupan warga.

"Karena kondisi tanah atau pertanian di sana sangat minim. Di sana juga sudah tidak ada lagi persediaan," kata dia.

Dia pun memastikan, TNI dan Polri mendukung semua kesepakatan demi kesejahteraan warga.

Sambil menunggu, para guru yang ada dengan dibantu polwan akan memberikan pelajaran bagi anak-anak sekaligus untuk menghilangkan trauma mereka.

Dia berharap kegiatan yang dilakukan saat ini berjalan secara lebih terjadwal dan terstruktur sehingga bisa memperbaiki kondisi psikis warga pengungsi.

Kepala SD Inpres Banti, Markus Leppang, menyebut anak-anak yang dievakusi ke Timika berjumlah 101 orang, yang terdiri atas 50 laki-laki dan 51 perempuan.

"Masih ada anak-anak kami yang belum kami data karena pada saat evakuasi situasinya sangat tidak memungkinkan. Kami sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Mimika agar anak-anak kami mendapatkan tempat yang layak," katanya.

Apalagi, dia tidak memungkiri kondisi anak-anak yang minim.

"Saat ini kami cuma dapat siapkan buku dan pensil untuk proses belajar mengajar untuk menghilangkan trauma anak."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya