Sel Punca Dikembangkan Hingga Tersedia untuk Publik

10/11/2017 20:23
Sel Punca Dikembangkan Hingga Tersedia untuk Publik
(Dok. MI)

RISET tentang metode pengobatan sel punca akan terus dikembangkan hingga bisa menjadi bank sel punca sebagai persediaan untuk kepentingan publik.

Penanggung Jawab Medis Sel Punca Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo Dr dr Cosphiadi Irawan, SpPD mengatakan, pengembangan sel punca ke depannya akan menjadi bank sel punca untuk publik, dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan medis di seluruh Indonesia dan bahkan dunia.

"Jadi kalau nanti ada pasien di Ambon, stok sel punca di Jakarta cocok, kita bisa kirim tanpa pembayaran, negara yang menyediakan," kata Cosphiadi di Jakarta, Jumat (10/11).

Dia memaparkan bahwa sistem seperti itu sudah diterapkan di Jepang, Korea, Amerika, dan negara-negara lainnya di dunia. Cosphiadi menyebutkan sistem palang merah di tiap negara saling berkomunikasi dengan palang merah negara lainnya untuk membentuk jaringan penyedia sel punca yang sedia setiap dibutuhkan.

"Misalnya ada beberapa kasus di India, bisa dioper ke Amerika dan sebaliknya. Harapannya seperti itu," tutur Cosphiadi seperti dilansir Antara.

Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Rekayasa Jaringan Indonesia Dr dr Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT (K) menjelaskan jenis sel punca terbagi menjadi dua yaitu autologous sel punca yang berasal dari pasien bersangkutan, dan allogenic yaitu sel punca dari orang lain yang disimpan pada bank sel punca.

Penyediaan stok di bank sel punca diambil dari tiga jenis sumber, yakni tali pusat, lemak, dan sum-sum tulang. Yang paling banyak saat ini diambil dari sum-sum tulang.

Sel punca merupakan metode pengobatan terbaru, yang sistem kerjanya memasukan sel punca untuk memperbaiki sel-sel yang rusak pada tubuh manusia yang menderita penyakit.

Metode pengobatan menggunakan sel punca bisa menangani berbagai penyakit mulai dari kardiovaskular seperti gagal jantung, diabetes, patah tulang, disfungsi ereksi, bahkan kanker.

Namun untuk saat ini pengembangan terapi sel punca di Indonesia dan dunia masih dalam tahapan riset. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya