Telah Menderita Diabetes Selama Sepuluh Tahun dan Dapat Sembuh Setelah Diobati dengan Stem Cell
12/3/2015 00:00
(DOK RS GUANGZHOU)
DI Kamar pasien, Pusat Stem Cell Asia Modern, Maria Hospital Pan Yu, wartawan telah melakukan wawancara pasien dari Indonesia yang memiliki penyakit diabetes, yaitu Dito berumur 62 Tahun, dan telah memiliki penyakit diabetes 2 selama 10 tahun.
Sebelum pensiun di salah satu perusahaan di Jakarta, Indonesia sebagai manajer administrasi, pada suatu hari di 10 tahun yang lalu, ketika diberitahu dia terkena penyakit diabetes, Dia sangat tertekan dan berkata: “Penyakit Diabetes adalah penyakit yang seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan. Saya berpikir bahwa sakit ini selamanya akan mengikutiku selama hidupku.†Sakit ini membawa pergi semua kebebasannya, tubuhnya sering merasakan kelelahan. Kadar gula darah pada puasa dari Pak Dito 16mmol/L. Pada waktu yang sama juga masih ada sakit jantung koroner.
Setelah 10 tahun berlalu, Dia hanya dapat mengandalkan obat-obatan yang mahal untuk menghambat perkembangan dari penyakitnya. Dia juga telah membeli alat pemeriksaan gula darah. Dia melakukan pengecekkan kadar gula setiap harinya untuk mengetahui kadar gula darahnya setiap harinya.
Dito ingat bahwa dia telah pergi ke beberapa negara untuk mengobati sakit penyakitnya tetapi penyakit diabetesnya tetap tidak sembuh. Pada Bulan Juli tahun lalu, Dito menerima saran dari temannya, yang telah menonton iklan dari Pusat Stem Cell Asia di televisi, untuk pergi berobat ke Rumah Sakit tersebut. Sebagai hasilnya, Dito dan keluarga pendamping pergi ke Guangzhou untuk berobat.
Pada saat Profesor Wang Rong Hua dari Pusat Ahli Stem Cell Asia, Maria Hospital Pan Yu menanyakan kondisi fisik dari Dito, Profesor Wang Rong Hua dapat mengerti keadaan penyakit dari Dito dan kemudian memberitahu dia bahwa pengobatan transplantasi stem cell dapat mengobati penyakit diabetes dan sirosis hati serta telah memberikan hasil yang baik pada beberapa pasien, dan setelah itu Profesor Wang Rong Hua menjelaskan secara terperinci cara pengobatan dengan transplantasi stem cell. Hal ini menyebabkan Dito merasakan ada harapan dan tanpa berpikir panjang lagi, pada hari ke 3 berada di Rumah Sakit, Dito melakukan proses transplantasi stem cell pertamanya.
Dokter yang membantu proses pengobatan Dito, yang merupakan Dokter spesialis terkenal, Dokter Tan Zhao Ke, yang merupakan Dokter internis dari Rumah Sakit Maria Pan Yu mengatakan bahwa kondisi Dito sangat cocok dengan pengobatan yang dilakukan, dia juga selalu menuruti saran dari dokter untuk melakukan setiap pengobatan selanjutnya. Dia juga selalu menuruti saran dokter untuk pengaturan pola makan, dan lainnya. “Saya berpikir bahwa saya harus memiliki percayaan kepada dokter agar tidak memperlama waktu proses perawatan dan pengobatan selanjutnya.†Dito dan Dokter Tan Zhao Ke telah terlihat seperti sahabat baik.
Sejak saat itu sampai keluar Rumah Sakit pada 25 Maret, Dito telah melakukan 3 kali proses pengobatan stem cell. Dari hasil pemeriksaan kadar gula Dito dapat dilihat jelas bahwa kadar gula Dito menurun dan pada saat ini kadar gula dari telah normal yaitu 6 mmol/L (dan setelah makan menjadi 13-14 mmol/L). Selain itu, pada saat ini tubuh pasien juga menjadi lebih bertenaga. Melihat hasil pengobatan yang seperti ini, Dito dan keluarga merasakan sangat senang.
Dito kepada wartawan berkata, bahwa dia berharap dapat menggunakan waktu kosong di Indonesia untuk menjadi salah seorang sukarelawan yang dapat membantu lebih banyak orang yang terkena sakit diabetes sehingga penderita diabetes bisa mendapatkan pengobatan yang baik dan semakin cepat mendapatkan kesembuhannya dan kembali sehat.