Hewan Masih Dikirim ke Luar Angkasa

Anastasia Arvirianty/AFP
02/11/2017 21:57
Hewan Masih Dikirim ke Luar Angkasa
(AFP)

ENAM puluh tahun setelah Laika, seekor anjing yang menjadi makhluk hidup pertama yang masuk ke orbit, hewan masih dikirim ke luar angkasa, meski belakangan ini digunakan makhluk yang lebih kecil.

Julie Robinson, kepala ilmuwan untuk program Stasiun Luar Angkasa Internasional, menjelaskan apa yang masih kita pelajari dari hewan di orbit.

Mengapa tidak ada lagi anjing, kucing atau monyet? Sebab, saat hewan-hewan tersebut dikirim ke luar angkasa, orang-orang takut bahwa spesies mamalia pada umumnya tidak dapat bertahan tanpa gravitasi, dan mereka mungkin akan mati lemas.

"Tetapi, sekarang ketika kita mengirim hewan ke luar angkasa, kita mengirim sejumlah besar hewan kecil untuk mencapai tujuan penelitian biomedis," tuturnya.

Sama seperti yang kita lakukan dengan penelitian di Bumi, kita biasanya menggunakan hewan pengerat, lalat buah, ikan dan hewan kecil lainnya. Ada beberapa penelitian ilmiah dengan siput.

"Kami mempertimbangkan tikus untuk masa depan," tambah Julie.

Untuk eksperimen apa pun yang kita lakukan di luar angkasa, para astronot memerlukan pelatihan khusus dan itu juga berlaku untuk eksperimen hewan, jadi mereka perlu mengetahui bagaimana mengoperasikan habitat dan bagaimana melakukan aktivitas eksperimen. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya