Kembangkan 21 Startup, UI Genjot Kewirausahaan Mahasiswa

Syarief Oebaidillah
31/10/2017 19:46
Kembangkan 21 Startup, UI Genjot Kewirausahaan Mahasiswa
(lustrasi)

UNIVERSITAS Indonesia berkomitmen serius mengembangkan inkubator bisnis inovasi berbasis teknologi. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sebanyak 18 perusahaan baru (startup) yang dibina Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI) siap masuk ke dunia pasar.

Sejumlah perusahaan yang sedang berkembang itu sepenuhnya dibangun dari ide para mahasiswa UI. Sebelum menjadi startup, para mahasiswa telah melewati proses inkubator bisnis selama dua tahun.

Direktur DIIB UI, Taufiq Wisnu Priambodo, menjelaskan, dari pembinaan tersebut, DIIB UI mengembangkan 21 startup. Sebanyak 13 startup mendapatkan pendanaan dari UI, sedangkan dana untuk 8 lainnya berasal dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Sejumlah tahapan berhasil dilewati, akhirnya pada titik promosi mencari investor seperti saat ini. Kami menggelar kompetisi internal dan eksternal, untuk menyeleksi ide dan prototipenya. Setelah lulus, baru masuk ke inkubasi bisnis yang kami kelola. Seleksi itu melibatkan tim penilai dari internal dan eksternal UI, termasuk dari pemerintah," kata Taufiq pada acara 'UI Startup Business Matching 2017', di Jakarta, Selasa (31/10).

Menurutnya, perusahaan baru berbasis teknologi relevan dengan minat dan bakat mahasiswa zaman sekarang. Penetrasi internet yang merasuk ke segala lini harus dipandang sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Dijelaskan, pasar untuk membangun perusahaan baru dalam bidang inovasi teknologi masih terbuka luas.

Ia bependapat, dukungan pemerintah membantu kewirausahaan cukup baik. Calon investor yang hadir saat ini sebagian besar dari dalam negeri, tetapi ada pula dari luar negeri seperti Hong Kong, Singapura, dan Belanda. Ia berharap, sebanyak 18 startup peserta acara yang digelar DIIB dan Ikatan Alumni (Iluni) UI ini mendapatkan investor sesuai harapan.

"Kami bersyukur, dukungan dari alumni UI yang tergabung Iluni UI juga sangat besar sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik," cetusnya.

Pada kesempatan sama, Bendahara Umum Iluni UI, Didit Ratam, mengatakan, pengembangan inkubator bisnis inovasi sangat penting untuk menopang masa depan ekonomi Indonesia. Hemat dia, pola akademik di UI bisa membantu mahasiswa untuk membangun perusahaan baru menjadi wirausaha atau entrepreneur, bukan hanya untuk mencari pekerjaan setelah lulus.

Ia mengatakan, Iluni UI mempunyai jaringan alumni yang kuat di bisnis dan pemerintahan dengan jumlah sekitar 400.000 orang.

"Modal jaringan ini ingin kami manfaatkan untuk membantu mahasiswa dan alumni muda UI untuk berkembang membina startup. Kami melihat masa depan ekonomi Indonesia ini adanya di startup. Industri dan bisnis kreatif akan jadi tumpuan, di mana para mahasiswa harus cepat bereaksi dari pada perubahan," tegasnya.

Didit juga optimistis dengan keragaman ilmu pengetahuan, UI akan mampu melahirkan ribuan perusahaan baru yang dikelola para mahasiswanya. Sebagai alumni,ia mengaku pihaknya punya pengalaman dengan adik-adik mahasiswa kaya dengan ide. Kalau itu digabungkan, dengan pelakunya anak-anak muda yang bersemangat, harapannya akan ada 1.000 startup yang lahir dari UI.

"Perubahan paradigma ini penting, bahwa sarjana sekarang sudah saatnya membangun bisnis. Menjadi entrepreneur, tidak harus selalu bekerja pada orang lain. Menciptakan lapangan kerja, dan bisnis yang berbasis teknologi amat menjanjikan dan dibutuhkan negeri ini," pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya