Rektor Untar: Peringatan Sumpah Pemuda Momentum Rawat Kebinekaan

Syarief Oebaidillah
29/10/2017 15:58
Rektor Untar: Peringatan Sumpah Pemuda Momentum Rawat Kebinekaan
(Prof Dr Agustinus Purna Irawan)

BERTEPATAN peringatan Hari Sumpah Pemuda, Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar wisuda ke-70 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (28/10). Wisuda kali ini diikuti 1.330 lulusan dari jenjang S1, S2, dan S3.

Rektor Untar, Prof Dr Agustinus Purna Irawan, menyatakan, mahasiswa dan wisudawan yang menempuh kuliah di Untar merupakan cerminan Indonesia mini yang terdiri atas berbagai suku bangsa dan agama di Tanah Air.

"Ya, kampus kami diisi oleh para mahasiswa hampir seluruh provinsi sebagai cerminan keragaman atau kebinekaan di Untar," ungkap Agustinus kepada wartawan di sela sela wisuda tersebut.

Menyinggung Sumpah Pemuda yang memasuki ke-89 tahun sejak dideklarasikan 28 Oktober 1928 oleh para pemuda dari berbagai suku bangsa, Agustinus memaknai relevansi semangat persatuan dan kebinekaan yang telah terpupuk harus terus dibina dan dirawat bersama-sama.

"Semangat keberagaman dan kebersamaan para pemuda kita untuk satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa melalui Sumpah Pemuda di era global yang penuh tantangan ini patut dilestarikan, dipupuk terus, kita rawat dan jaga kebinekaan kita," ujarnya.

Ia menegaskan, momentum Sumpah Pemuda harus menyatukan semangat mahasiswa dan pemuda menerapkan nilai-nilai kebinekaan yang diperoleh dari lingkungan kampus ke tengah masyarakat secara konkret.

Menurutnya, atmosfer Untar yang beragam dan semangat kebinekaan di dalamnya dapat dibawa para alumninya ketika berkiprah di masyarakat dan dunia kerja. Jadi, mahasiswa dan wisudawan jangan lagi terkotak-kotak. Semangat kebinekaan harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Pemuda jangan terbawa kepentingan kelompok. Yang sering menjerumuskan mereka ke tindak pidana korupsi. Contoh, ada bupati muda atau anggota dewan muda yang terjerat kasus korupsi," ungkap Guru Besar Fakultas Teknik Untar ini.

Dia mengingatkan di era digital dewasa ini, mahasiswa dan pemuda jangan terprovokasi informasi hoaks. Menurutnya, sebagai anggota masyarakat yang terdidik, harus cerdas dan selektif memilih dan memilah informasi.

"Kita harus selektif, jangan terjebak informasi hoaks. Namun, mari kita sebar informasi yang sehat memberi semangat kebersamaan dalam keberagaman kita," tukasnya.

Sementara itu, Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) III DKI Jakarta, Illah Sailah, pada sambutan di Wisuda Untar, menyatakan, mahasiswa dan pemuda harus memiliki sikap pantang menyerah dan tidak gentar menghadapi era teknologi. Usai diwisuda harus siap menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif.

"Lulusan pendidikan tinggi jangan gentar menghadapi pengurangan tenaga kerja akibat teknologi yang menggantikan peran manusia. Yang terpenting tidak melawan arus, tetapi bisa beradaptasi menjadi SDM profesional yang kreatif dan inovatif," tandasnya.

Illah mengingatkan masuknya tenaga kerja asing (TKA) juga menjadi menjadi tantangan agar lulusan PT harus bisa mengaplikasikan kompetensi dan mengembangkan potensi dirinya. Dia menjelaskan, TKA bisa bekerja setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari peraturan yang ada.

"Kita harus perkuat kompetensi dasar kreativitas, jangan ada bangsa mana pun yang merebut NKRI dari bangsa Indonesia. Sebab itu, pemuda harus tetap bersatu, menjunjung gotong royong menjadi bangsa besar yang merdeka dan memerdekakan bangsa lain," pungkas Illah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya