Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi era kompetisi global yang penuh tantangan, kalangan kampus diminta turut berkontribusi menggenjot kompetensi dan kemampuan para lulusannya.
Dalam kaitan ini, Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) berkomitmen menjaga etika akademik dari rongrongan penjiplakan atau plagiarisme yang belakangan mencuat di kalangan perguruan tinggi. Untuk itu, STEI menerapkan penangkalnya melalui sistem antiplagiarisme.
"Kami berkomitmen menjaga mutu, kita semua tahu plagiarisme itu buruk dan akan menjatuhkan kredibilitas kampus serta pelakunya itu sendiri. Karena itu, kami serius menjaga hal ini agar STEI tetap mendapat kepercayaan luas di masyarakat serta berkontribusi mencetak lulusan bermutu dan siap berkiprah di masyarakat," kata Ketua STEI, Ridwan Maronrong, usai Wisuda STEI di Gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (24/10).
Dia menjelaskan, kampusnya telah menyewa aplikasi sistem pemantau plagiarisme dari Australia senilai USD3.800. Melalui aplikasi ini, aka tulisan ilmiah atau skripsi yang dibuat mahasiswa ataupun dosen dapat terdeteksi apakah asli atau plagiat.
"Sistem itu juga akan mengetahui juga dari jurnal mana mereka (pelaku plagiat) meng-copypaste-nya," papar Ridwan.
Kendati cukup mahal, kata dia, sistem tersebut amat penting bagi STEI agar setiap tulisan yang akan dipublikasi berintegritas tinggi. Tulisan itu nanti akan diunggah dulu melalui sistem itu untuk mengetahui seberapa tinggi persentase plagiarismenya. Adapun batas toleransi tulisan yang masih bisa maju ialah di bawah 20%.
Ridwan mencontohkan merebaknya plagiarisme, khususnya di kalangan dosen, terjadi biasanya ketika ingin mendapat promosi jabatan atau naik pangkat. Nah, dengan kondisi itu, mereka memanfaatkan untuk keuntungan pribadi mengabaikan etika akademik.
"Kami pun menjatuhkan sanksi bagi dosen pelaku plagiat ini dan kepangkatannya juga harus dibatalkan. Sebab, kita ingin semua dosen menjunjung tinggi kejujuran," tandasnya.
Dia menjelaskan, pihaknya juga menargetkan pada 2020 STEI akan membuka program S3 dalam rangka pengembangan SDM. Sementara pada 2030. seluruh dosen di kampusnya sudah bergelar S3. Saat ini, kata Ridwan, terdapat 20 dosen yang dikuliahkan S3. Dia menargetkan akan ada 7.000 mahasiswa yang kuliah di STEI. Oleh karena itu diperlukan 170 dosen dengan 80%-90% di antaranya lulus S3.
Adapun pada wisuda yang berlangsung hari ini, sebanyak wisudawan 1.063 mahasiswa. Hingga saat ini, alumninya sudah berjumlah 27.000 yang kebanyakan berkiprah di bidang akuntansi dan manajemen.
"Kampus kami awalnya berdiri dengan nama Akademi Akuntansi, tetapi seiring perkembangan zaman, kami akan buka program studi manajemen investasi dan logistik agar lulusan kami siap bersaing dan berkompetisi di pasar global," imbuhnya.
Sementara Wakil Ketua STEI, Yusuf Harianto, menambahkan, dalam bidang penelitian kampusnya mendapat peringkat terbaik di lingkungan Kopertis III DKI Jakarta. Selain itu, STEI juga mendapat kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan mendapat dana hibah untuk meningkatkan mutu penelitian bagi mahasiswa dan dosen.
"Saat ini telah terkumpul dana penelitian yang kami dapat dari Kemenristekdikti senilai Rp750 juta untuk kita kembangkan lebih lanjut dalam penelitian yang lebih baik yang akan kita garap," tukasnya. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved