Genjot Vokasi, SMK Perkuat Kemitraan dengan Industri

Syarief Oebaidillah
24/10/2017 23:49
Genjot Vokasi, SMK Perkuat Kemitraan dengan Industri
(Ist)

DIREKTORAT Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan terus menggalang peningkatan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) guna meningkatkan mutu dan kompetensi peserta didik agar dapat mengisi dunia kerja.

Upaya tersebut juga dalam melaksanakan amanat pemerintah yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

"Dampak Inpres No 9/2016, kita harus bekerja sama dengan sejumlah kementerian, khususnya dengan Kementerian Perindustrian, dalam membantu siswa dan guru SMK magang atau berlatih bekerja di dunia industri. Kami yakin melalui Kemenperin ini akan mudah mendapat fasilitasi bekerja sama dengan pihak industri," ungkap Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMK Dikdasmen Kemendikbud, Nur Widiani, di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (24/10).

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres No 9/2017 pada 9 September 2016 di Jakarta dan ditujukan kepada 12 menteri Kabinet Kerja, termasuk Mendikbud, 34 gubernur, dan Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kepada para menteri, para gubernur, dan Kepala BNSP agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk merevitaliasi SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.

Presiden juga menginstruksikan agar disusun peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada peta jalan pengembangan SMK.

Khusus untuk Kemendikbud, terdapat enam instruksi antara lain membuat peta jalan SMK, menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan (link and match), meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK, meningkatkan kerja sama dengan kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, dan DUDI, meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK, serta membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

"Nah, khusus dengan DUDI ini lah, sekali lagi kami berharap langkah konkret Kemenperin lebih cepat mewujudkan pelatihan atau praktik kerja," cetusnya.

Ia mencontohkan untuk pelatihan peserta World Skills Competition (WSC) 2017 yang belum lama ini berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 14-18 Oktober 2017 lalu, di mana 29 peserta pelajar dan lulusan SMK terpilih dimagangkan di sejumlah perusahaan, seperti di Toyoto Astra dan lain lain.

Terkait capaian WSC 2017, Widiani yang juga pimpinan delegasi Indonesia, menjelaskan ajang tersebut diikuti 1.300 pemuda terampil dari 59 negara dengan 51 jenis lomba keterampilan. Adapun tim WSC Indonesia diwakili 29 peserta mengikuti 31 jenis lomba ketrampilan.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Tim SMK Indonesia berhasil meraih 1 medali perak untuk kategori Restaurant Service oleh Andre Gilitasha dari SMKN 3 Malang, Jawa Timur, dan 1 medali perak untuk kategori Prototype Modelling oleh Rizki Dwi Afrianto dari SMKN 1 Purworejo, Jawa Tengah.

Dengan prestasi tersebut, Indonesia juga berhasil berada pada posisi ke-12 dari 59 negara. Sementara China memimpin dengan perolehan 15 medali emas, 7 perak, dan 8 perunggu. Korea menempati posisi kedua dengan 8 medali emas, 8 perak, dan 8 perunggu. Swiss berada di posisi ketiga, meraih 11 emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Sedangkan tuan rumah, Uni Emirat Arab, memenangi tiga medali untuk kategori excellence.

"Yang cukup membanggakan terdapat 12 perwakilan anak-anak kita yang meraih nilai tinggi dengan meraih penghargaan excellence," ujar Widiani.

Dihubungi terpisah, Tim Expert WSC Indonesia, Rabiatul Adawiyah, yang juga dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan Tim SMK Indonesia.

"Ya syukur alhamdulillah, saya sebagai expert bidang lomba Restaurant Service di WSC 2017 yang meraih medali perak. Kami terharu karena bendera Merah Putih berkibar tinggi di ajang internasional tersebut," tukasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya