Senyum Khas Jokowi Menyambut Tim Media Indonesia di Istana Bogor

Henri Siagian
19/10/2017 22:39
Senyum Khas Jokowi Menyambut Tim Media Indonesia di Istana Bogor
(MI/ARYA MANGGALA)

DENGAN mengenakan pakaian adat betawi, Presiden Joko Widodo memasuki ruangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10).

"Selamat datang. Loh, ada apa ini kok ramai-ramai. Hehehe...," cetusnya sembari berjalan dengan langkah ringan dan menyalami satu per satu wartawan Media Indonesia yang masih terduduk.

Canda yang dilontarkan orang nomor satu di Republik ini disambut senyum dan tawa kecil. Betapa tidak. Untuk mewawancarai Presiden telah melalui sejumlah protokoler.

Surat permohonan wawancara khusus untuk mengisi edisi khusus Media Indonesia tentang 'Tiga Tahun Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla' telah dilayangkan jauh-jauh hari.

Dilengkapi beragam pendekatan dengan pihak-pihak di lingkungan Istana Kepresidenan. Permohonan wawancara juga sudah dilengkapi dengan daftar nama pewawancara. Bahkan, hingga beberapa menit jelang tanya jawab, daftar nama kembali diminta.

Presiden Jokowi sudah pasti mengetahui ada sejumlah jurnalis dan pewarta foto yang menantikan kehadirannya di salah satu ruangan di Istana Bogor itu. Sehingga, terlintas pemikiran kalau Presiden sedang menerapkan pola permainan ice breaking (pemecah es) terhadap 'rombongan' wartawan yang tidak dikenalnya. Dengan begitu muncul rasa nyaman terhadap wartawan yang tengah bertamu di Istana Bogor.

Apalagi, sempat muncul ketegangan dan kekhawatiran di pemikiran selama menunggu sekitar 1 jam sebelum mendapatkan giliran mewawancarai Presiden. Dan di saat penantian itu, sejumlah staf Istana hilir mudik mempersiapkan kehadiran Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Mulai dari orang-orang yang membawa baki berisi penganan ringan. Rombongan berpakaian adat yang hendak mempersiapkan diri. Dari kejauhan, beragam alat musik mengeluarkan suara.

Selain itu, lamat-lamat, seakan bergumam, personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berkomunikasi menggunakan alat komunikasi.

Terbayang terjepitnya waktu untuk interview. Padahal, banyak pemikiran di benak yang hendak disampaikan dan ditanyakan kepada Presiden.

Permainan pemecah es kerap dilakukan di pelatihan. Selain memunculkan rasa nyaman, permainan itu juga untuk menghilangkan sekat komunikasi dan menciptakan suasana yang positif.

Seusai memecahkan es, Presiden duduk di kursi kepala meja dan membaca sejumlah berkas. Sekilas, berkas itu berisikan sejumlah hasil kerja kabinet yang dia pimpin.

Saya pun menyampaikan kalimat pengantar wawancara serta perkenalan. Tahapan ini juga saya manfaatkan sebagai momentum untuk meluluhkan es.

"Kami, dari Media Indonesia hendak mewawancari Bapak Presiden. Dan kami juga menyampaikan selamat datang kepada Bapak Presiden."

Saat kalimat itu terlontar, tatapan mata Jokowi berpindah dari tumpukan berkas dan melirik ke arah suara.

"Selamat datang dalam konteks selamat datang di keluarga besar Tapanuli."

Kebetulan, sebagian pewawancara kali ini berasal dari tanah Tapanuli.

Mendengar itu, Jokowi melepas senyum lebar. Putri pasangan Jokowi dan Iriana Joko Widodo, Kahiyang Ayu, pada 8 November akan melangsungkan akad nikah dengan putra pasangan mendiang mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV Erwin Nasution dan Ade Hanifah boru Siregar, Bobby Nasution. Dan amat mungkin, Kahiyang akan mendapat boru (marga untuk perempuan Batak) Siregar.

"Iya, katanya Siregar. Karena bapaknya Bobby Nasution, ibunya Siregar," tambah Jokowi, semringah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya