Media Indonesia Didapuk Sebagai Media Peduli Museum 2017

Bayu Anggoro
15/10/2017 13:03
Media Indonesia Didapuk Sebagai Media Peduli Museum 2017
(Dok. MI)

Media Indonesia berhasil meraih penghargaan pada Indonesia Museum Awards (IMA) 2017 yang kali ini diselenggarakan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/10) malam.

Media Indonesia berhasil menjadi pemenang untuk kategori Media Peduli Museum, menyisihkan Harian Republika dan Pikiran Rakyat yang turut menjadi nominator.

IMA merupakan ajang tahunan untuk mengapresiasi berbagai pihak yang telah terlibat dalam pengembangan permuseuman di Tanah Air. Direktur Pemberitaan (Pemimpin Redaksi) Media Indonesia, Usman Kansong, merasa bersyukur atas keberhasilan meraih penghargaan IMA.

Hal ini sebagai bukti besarnya kepedulian Media Indonesia terhadap museum di Tanah Air melalui berbagai program yang telah dikembangkan. Salah satunya reporter cilik Media Indonesia yang setiap tahunnya mengajak puluhan siswa sekolah dasar (SD) berkunjung ke museum-museum di Tanah Air.

"Ada juga beberapa teman (wartawan Media Indonesia) yang berkunjung ke luar daerah, kita dorong untuk menulis museum. Juga kalau ke luar negeri, kita terbuka untuk menulis museum," kata Usman yang hadir langsung pada malam penganugerahan IMA 2017.

Lebih lanjut, Usman berharap perkembangan museum di Indonesia semakin baik bahkan sejajar dengan museum di luar negeri. Kemajuan dalam bidang ini tidak bisa ditawar lagi sehingga bisa menjadi media bagi generasi muda untuk mengetahui dan belajar akan berbagai peristiwa, karya, dan tokoh hebat di masa lampau.

Agar mampu memuaskan masyarakat khususnya penyuka sejarah, menurutnya museum harus memerhatikan empat hal penting yakni koleksi, informasi, dinamis, dan fasilitas. Berbekal pengalaman Usman, keempat hal ini sangat diperhatikan oleh pengelola museum di luar negeri.

Pertama, koleksi yang ada di museum harus dirawat sehingga kelengkapan dan keutuhannya bisa terjaga. "British Museum di London, luar biasa koleksinya. Di Amerika, saya ke beberapa museum, juga relatif bagus koleksinya," katanya seraya menyebut kondisi ini berbeda dengan museum di Tanah Air karena banyaknya koleksi yang hilang.

Kedua, pengelola museum harus menyajikan informasi sebaik mungkin untuk menjawab berbagai ketidaktahuan pengunjung akan koleksi yang dilihat.

Selain melalui pemandu, informasi bisa diberikan juga dengan menyediakan brosur atau buku yang lengkap. "Di museum kita kebanyakan guide, minim informasi tertulis," katanya.

Ketiga, museum harus dinamis seperti mengubah tata letak, memodifikasi, serta menggelar berbagai kegiatan yang relevan seperti teater, tari, atau diskusi.

Keempat, museum pun harus ditunjang oleh berbagai fasilitas yang baik seperti keberadaan toilet yang bersih dan nyaman. Agar semua hal itu terpenuhi, menurut Usman perlu perhatian yang lebih dari pemerintah.

Terlebih, Usman berharap museum di Indonesia tidak memberlakukan tarif masuk sehingga masyarakat bisa berkali-kali mengunjunginya. "Media Indonesia menginginkan museum kita seperti di luar negeri, yang dikunjungi berkali-kali oleh warga maupun turis asing," katanya seraya menyebut hampir seluruh museum di luar negeri bisa dikunjungi secara gratis.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri IMA 2017, Wiendu Nuryanti, menuturkan, melalui IMA ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap perkembangan museum di Tanah Air. Terlebih, menurutnya museum bukan sekedar tempat untuk menyimpan koleksi masa lalu, melainkan rumah peradaban sebagai sumber inspirasi bagi masa depan yang tidak ada habisnya.

Lebih lanjut Wiendu katakan, dalam satu tahun terakhir pihaknya melakukan pengamatan terhadap berbagai hal yang menyangkut permuseuman.

Sebagai contoh, dewan juri mengamati kualitas dan kuantitas tulisan bertemakan museum di seluruh media massa di Tanah Air. Hasilnya, kata dia, Media Indonesia menjadi yang paling banyak dalam menayangkan tulisan tentang museum. "Lalu ada tulisan di Media Indonesia yang menarik. Biasanya museum identik barang kuno, generasi tua, tapi Media Indonesia pernah mengulas bagaimana mendekatkan generasi muda ke museum, bahwa generasi muda punya peran penting dalam museum ini," paparnya.

Selain memberi penghargaan untuk insan pers, IMA 2017 pun memberi penghargaan kategori Tokoh Peduli Museum kepada Presiden ketiga Republik Indonesia B. J. Habibie. Tak hanya itu, AMI 2017 pun memberi penghargaan kepada Ahmad Heryawan sebagai Pejabat Peduli Museum. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya