Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CODING atau cara membuat aplikasi melalui telepon pintar atau komputer saat ini tengah digandrungi para remaja dan generasi milineal. Ibarat dua mata pisau, penggunaannya dapat berdampak positif dan juga negatif.
Karena itu, guna menampung kreativitas mereka digelar lomba coding bagi para pelajar agar lebih bermanfaat dalam memetik keterampilan yang dapat berguna melatih kesiapan berkompetisi di era global yang penuh tantangan.
"Lomba coding ini mengenalkan anak pada keterampilan abad 21, mereka diberi pembekalan agar mampu berpikir kritis kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Melalui coding ada sisi positif dan produktif dari gadget atau gawai yang selama ini banyak orangtua menganggap lebih banyak negatifnya ketimbang positifnya. Apalagi sekarang semuanya serbadigital," kata Direktur Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji, pada kompetisi coding pelajar di Gedung Lavenue, Sampoerna Academy, Jakarta, Senin (9/10).
Menurut Indra, lomba coding yang diikuti sekitar 50 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMK ini merupakan bagian dari kompetisi WeCode Internasional yang akan digelar akhir 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Jadi para pemenang lomba ini akan mewakili Indonesia pada even WeCode international di Kuala Lumpur," imbuhnya.
Ia menambahkan, WeCode International tahun ini diikuti lima negara, yakni tuan rumah Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Indra, yang dikenal sebagai praktisi pendidikan ini, berharap, melalui even coding para pelajar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang sudah memakai coding ke dalam kurikulum nasional.
"Kita berharap pelajar Indonesia mampu berkompetisi dengan pelajar dari negara lain dalam coding," tukasnya.
Eddy Henri, Direktur Penerimaan Siswa Sampoerna University dan Sampoerna School, mengatakan, lapangan pekerjaan di masa depan terkait erat dengan teknologi. Berkembangnya transportasi melalui aplikasi online seperti GoJek, Grab, dan sejenisnya merupakan buah dari tidak terprediksinya pekerjaan masa kini dari beberapa tahun sebelumnya.
Dikatakan, coding atau pemrograman sangat penting diajarkan kepada para pelajar generasi milineal guna mengantisipasi pekerjaan masa depan. Hemat dia, ahli pemrograman pasti akan sangat dibutuhkan di dunia kerja sebab perusahaan pasti akan selalu memakai teknologi yang serba canggih dan aplikatif.
"Beberapa tahun lagi pasti ada lapangan pekerjaan yang tidak bisa kita pikirkan sebelumnya, tapi dengan teknologi akan muncul ide dan kreativitas," tambah Eddy di acara WeCode tersebut.
Koordinator Komputer Sains Eduspec, Jose Rizal, menambahkan, coding melatih anak menjadi pemecah masalah. Hal ini bisa dilihat dari penilaian kompetisi yang menilai kreasi anak dari segi kreativitas, orisinilitas, dan juga ide awal mereka untuk membuat aplikasi.
"Untuk mengasah kreativitas anak agar mahir coding tidak langsung di depan komputer, karena itu anak mesti diajak beraktivitas di luar kelas," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved