Senat Akademik Tetapkan Enam Calon Rektor IPB

Antara
29/9/2017 22:49
Senat Akademik Tetapkan Enam Calon Rektor IPB
(Ist)

TAHAPAN pemilihan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) memasuki babak baru. Senat Akademik telah memilih dan menetapkan enam bakal calon rektor (BCR) dari 24 kandidat yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Sidang Pleno Senat Akademi IPB telah menetapkan 6 BCR yang akan lanjut ke tahapan selanjutnya yakni menetukan calon rektor," kata Humas Panitia Pemilihan Rektor (PPR) IPB, Prof Firdaus, kepada Antara, Jumat (29/9) malam.

Firdaus menyebutkan, enam BCR IPB tersebut ditetapkan usai Sidang Pleno Senat Akademik (SA) yang berlangsung Rabu (27/9) kemarin di Kampus IPB. Ia mengatakan sidang pleno diikuti 90% anggota SA IPB, yang sepakat dan menerima dengan puas hasil pemilihan dan penetapan.

"Bahkan kandidat lain dari yang 24 ini banyak mengucapkan selamat kepada enam BCR," kata Firdaus.

Sebagai anggota SA IPB, lanjut Firdaus, ia melihat proses penetapan enam BCR sudah memenuhi koridor dan peraturan yang berlaku, berlangsung secara transparan dan akuntabel.

Ia mengatakan enam BCR juga memenuhi unsur kelompok senior dan juga kelompok muda IPB.

"Bahkan masing-masing BCR memenuhi keterwakilan fakultas-fakultas yang ada di IPB, mulai dari fakultas hulu seperti Faperta, Fahutan, dan Fakultas Peternakan. Serta fakultas hilir, seperti FMIP, FEM, dan FEMA," kata Firdaus.

Firdaus menambahkan, komposisi enam BCR yang terpilih sangat bagus karena semua memiliki pengamalan ada yang jadi wakil rektor, terdiri atas tiga guru besar dan tiga doktor.

Firdaus mengatakan enam BCR selanjutnya akan mengikuti seleksi untuk mencari tiga calon rektor IPB yang akan berlangsung 8 Oktober mendatang.

"Enam BCR akan mengirimkan berkas-berkas kepada SA IPB untuk seleksi menjadi tiga calon rektor yang nantinya akan dikirimkan kepada Majelis Wali Amanat yang akan memilih rektor IPB," kata Firdaus.

Enam nama BCR IPB tersebut yakni Dr Agus Purwito, Dr Arief Satria, Prof Hermanto Siregar, Prof Luki Abdullah, Prof M Yusram Massyjaya, dan Prof Yonny Koesmaryono. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya