Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LELANG perawan dan nikah siri yang dijajakan Aris Wahyudi melalui situs nikahsirri.com dinilai sebagai bentuk eksploitasi terhadap perempuan.
Lebih jauh, alih-alih mengentaskan kemiskinan- yang menjadi alasan Aris, lelang peawan dan nikah siri justru merendahkan martabat perempuan.
"Itu tidak memberikan solusi apa-apa terhadap kemiskinan. Justru dengan menjual keperawanan itu artinya menganggap perempuan hanya dari tubuhnya, bukan pikirannya, bakatnya, atau profesinya. Kalau mau bantu orang miskin ya beri pendidikan yang baik, bukan melelang selaput dara," ujar Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin di Jakarta, Senin (25/9).
Mariana memandang tindakan yang dilakukan Aris telah melebihi komodifikasi keperawanan perempuan, bahkan sebagai bentuk eksploitasi. Apalagi dengan adanya transaksi yang dilakukan oleh klien terhadap mitra.
"Itu namanya sudah eksploitasi, kan sudah ada transaksi. Jadi ya itu lebih mengerikan dan bisa dijerat UU perdagangan orang," tegasnya.
Menurutnya, nikah siri hanya menjadi dalih atas kepentingan bisnis tersangka semata.
"Dalih bisnis saja, karena ada orang yang senang main prostitusi tapi itu dilarang. Makanya cari yang dianggap halal dengan cara nikah siri, padahal tidak ada di dalam UU Perkawinan," tambahnya.
Apalagi, selama ini nikah siri lebih banyak merugikan pihak perempuan. Ia menyebut Komnas Perempuan menerima cukup banyak aduan mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang disebabkan oleh nikah siri. Namun, pada akhirnya pengaduan tersebut sulit ditangani karena tidak berdasar pada UU tentang Pernikahan.
Selain itu, para mitra yang menawarkan diri untuk dilelang, lanjut Mariana, tidak memahami akan risiko yang menanti. Selama ini, nikah siri dianggap lebih banyak merugikan pihak perempuan ketimbang laki-laki. Di antaranya seperti anak-anak yang lahir tanpa akte kelahiran, hingga pemenuhan hak dari pihak perempuan itu sendiri.
"Dia berharap dapat keuntungan dengan melelang dirinya, dia enggak tahu risiko, itu dianggap jalan pintas dapat penghasilan yang beres. Mereka enggak tahu betapa mengerikannya risiko yang mungkin terjadi," tukasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved