Rektor IKJ : Film G30S/PKI Tidak untuk Dinikmati

Antara
23/9/2017 10:16
Rektor IKJ : Film G30S/PKI Tidak untuk Dinikmati
(Sejumlah warga menonton film penumpasan pengkhianatan G30S/PKI di markas Kodim 1304 Gorontalo, Rabu (20/9)---ANTARA/Adiwinata Solihin)

REKTOR Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Seno Gumira Ajidarma menilai film Pengkhianatan G30S/PKI menarik untuk dipelajari sebagai kasus, bukan untuk pencarian fakta sejarah.

"Jadi, dia menarik untuk dipelajari sebagai kasus saja, bukan untuk dinikmati, apalagi untuk mencari fakta sejarah," ujar dia, di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, Jumat (22/9) malam.

Ia menilai Arifin C Noer dapat menata pemain dengan bagus sehingga menarik, tetapi secara keseluruhan ia menyebut film berdurasi 271 menit itu merupakan film propaganda. "Itu filmnya menyebalkan," kata Seno lagi.

Terkait nonton film bareng Pengkhianatan G30S/PKI yang disebut untuk mencegah tumbuh kembali ideologi komunis, menurut dia, tergantung pada penilaian apakah memang dibutuhkan oleh orang banyak.

Sementara mengenai keinginan Presiden Joko Widodo untuk pembuatan ulang film agar sesuai dengan generasi muda, Seno menilai hal tersebut dapat dilakukan untuk membuat versi baru dengan pandangan lain.

"Boleh, bisa, artinya pendapat orang sekarang bagaimana, dalam ngomongin peristiwa 1965. Setiap orang boleh bikin versinya, pengkhianatan boleh, lainnya juga boleh," ujar dia pula.

Ada pun kegiatan nonton bareng film berdurasi 271 menit itu merupakan perintah Panglima TNI agar generasi muda sadar akan bahaya paham komunis yang pernah berkembang di Indonesia agar tidak terulang.

Nobar bertujuan mengingatkan masyarakat akan sejarah kelam perjalanan Bangsa Indonesia setelah Kemerdekaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), saat terjadi pengkhianatan PKI pada 30 September 1965.

Melalui pemutaran film itu juga diharapkan akan semakin tumbuh rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air serta memiliki rasa persatuan dan kesatuan. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya