Media Group Kehilangan Sosok Laurens Tato

Micom
18/9/2017 13:19
Media Group Kehilangan Sosok Laurens Tato
(Mantan Pemimpin Redaksi Harian Media Indonesia, Laurens Tato meninggal dunia di RS Siloam Jakarta, Senin (18/9) Pkl. 10.00 WIB. -- MI/M. Irfan)

KAKAK Laurens, begitulah biasanya para koleganya di Media Indonesia menyapanya. Mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Media Indonesia itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Siloam Jakarta, pukul 10.00 wib, hari ini, pada usia 62 tahun.

Laurens yang hingga akhir pengabdiannya menjabat sebagai anggota Dewan Redaksi Media Group memang sejak sebulan ini dirawat karena sejumlah komplikasi penyakit. Laurens meninggalkan seorang istri Liswati, serta dua orang anak yakni Tutik Handayani dan Stefani Novita Gani.

Kakak Laurens dikenal sebagai sosok cerdas dan hangat. "Banyak kenangan indah dengan sahabat yang satu ini. Sahabat yang cerdas, nakal, dan hangat. Selamat beristirahat dalam kedamaian Kakak Laurens. Dalam perasaan kehilangan yang teramat sangat, saya mendoakan semoga Tuhan yang welas asih memuliakanmu," ungkap Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Abdul Kohar.

Di masa aktifnya di Media Indonesia, pria kelahiran Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur ini merupakan salah satu sosok penting di balik editorial Media Indonesia. Ide-ide bernas dan tulisannya yang tajam menjadi panutan bagi junior-juniornya di dapur redaksi.

"Bang Laurens adalah sosok penulis editorial dan guru yang tidak tergantikan. Diksi bang Laurens selalu terpilih, orisinal, otentik, jenaka, dan kaya paradoks," ujar Haryo Prasetyo, Asisten Kepala Divis Pemberitaan Media Indonesia.

Ia mengingat, bagaimana Laurens ketika mengritik polah anggota DPR yang mengusulkan pembangunan gedung baru, "Bang Laurens membuat editorial yang tajam, penuh ledekan, sekaligus jenaka, berjudul 'Penghuni Miring di Gedung Tegak.' Judul dan isi editorial bang Laurens yg ditulis hampir 10 tahun lalu itu, hingga hari ini pun terasa masih aktual, menghentak, dan relevan," tuturnya.

Kekuatan konsepsi, narasi, diksi, argumentasi, dan komposisi seorang Laurens Tato, ternyata ada rahasianya. Menurut bang Laurens, untuk menjadi penulis editorial yang baik, seorang penulis, selain tidak boleh berhenti belajar dan banyak membaca, juga harus memiliki model atau idola.

"Dari model atau idola tersebut, kita dapat belajar dengan meniru, meng-copy, mengadaptasi, merevisi, dan atau memodifikasi, hingga kita menemukan karakter dan gaya penulisan kita sendiri," begitu kurang lebihnya pesan bang Laurens ketika itu.

"Pesan itu saya ingat dan camkan hingga hari ini. Bagi kami para penulis editorial, salah satu model dan idola itu, tidak diragukan dan tidak terelakkan, ialah Laurens Tato itu sendiri. Dan itu tidak pernah tergantikan," imbuhnya. Selamat jalan Kakak Laurens. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya