Presiden Jokowi Usulkan Pembentukan Fakultas Online Store

15/9/2017 19:15
Presiden Jokowi Usulkan Pembentukan Fakultas Online Store
(MI/Denny Susanto)

PRESIDEN Joko Widodo mengusulkan adanya fakultas online store (toko dalam jaringan) agar dapat mengantisipasi kompetisi global.

"Fakultas ekonomi itu jurusannya dari dulu manajemen, ekonomi pembangunan, dan akuntasi. Di mana-mana ada tiga (jurusan) itu. Padahal sekarang itu kalau jualan sudah online store, kenapa tidak ada fakultas manajemen 'toko online'? Kenapa tidak ada fakultas coffee shop?" kata Presiden di lapangan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (15/9).

Padahal, menurut Presiden, saat ini dibutuhkan jurusan-jurusan yang lebih menjawab kebutuhan di tengah persaingan global.

"Sejak 30 tahun yang lalu, saya tahunya (fakultas) itu terus. Kenapa tidak ada fakultas media sosial (medsos)? Mestinya ada faktultas medsos, jurusan meme, ada kebutuhan yang namanya logistik retail management, itu salah satu," tambah Presiden seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, Presiden juga mempromosikan adanya belasan ribu lowongan pekerjaan untuk menjadi aparat sipil negara (ASN) yang dibuka bulan ini. Bahkan Presiden mengharapkan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin cepat lulus, agar bisa ikut berkompetisi mengisi formasi tersebut.

Presiden kembali mengingatkan mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai dasar dan selanjutnya pembangunan SDM. "Kita kalah dari Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Kalau tidak dikejar
kita kalah dengan negara-negara lain. Kita ini negara besar," tuturnya.

Terkait investasi negara-negara Timur Tengah, Presiden menegaskan perlunya keseimbangan dalam masalah ini. Menurut Presiden, investasi di Indonesia jangan cuma dari Korsel, Jepang, Singapura, Tiongkok, Amerika, dan Eropa.

"Kenapa saya berkata Afghanistan, Iran, Kuwait, Yaman untuk berinvestasi ke Indonesia? Itu karena kita ingin keseimbangan agar investasi-investasi dari Timur Tengah juga masuk ke Indonesia. Makin seimbang makin baik," tegas Presiden. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya