Indonesia Protes Overkapasitas Perkemahan di Mina

Siswantini Suryandari
03/9/2017 10:12
Indonesia Protes Overkapasitas Perkemahan di Mina
(AFP/KARIM SAHIB)

PEMERINTAH Indonesia akan menyampaikan protes kepada muassasah yang menangani tenda di Mina. Jumlah tenda Indonesia tidak bertambah, sementara jemaah Indonesia bertambah 52.200 orang dibandingkan tahun lalu. Sehingga penempatan jemaah di tenda-tenda di Mina melebihi kapasitas.

"Kami akan melayangkan protes kepada muassasah karena banyak jemaah harus berdesak-desakan di dalam tenda selama bermalam di Mina," kata Menteri Agama selaku Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Mina, semalam.

"Jumlah jemaah Indonesia bertambah 52.200 orang dibandingkan tahun lalu, namun jumlah tenda di Mina tidak berubah. Alhamdulillah jemaah yang tinggalnya di dekat Jamarat bisa pulang ke hotel, tanpa perlu menginap di Mina," sambungnya.

Dengan demikian, tenda-tenda yang tidak terpakai pada malam hari bisa dimanfaatkan oleh jemaah yang tendanya melebihi kapasitas.

Persoalan tenda sebetulnya telah diusulkan oleh Indonesia sejak lama, berupa tenda bertingkat. Kepala Seksi Perumahan Daerah Kerja Madinah, Ihsan Faisal mengatakan wilayah Mina tidak bertambah. Tenda-tenda yang dibangun secara permanen sejak 10 tahun silam itu memiliki beragam ukuran.

"Ada tenda ukuran 4x4 meter yang berisi 20 orang, dan ukuran 8x8 meter isinya 70 orang yang dibangun di Mina. Untuk kapasitas penghuninya, diukur per orang 90 cdm. Indonesia setiap tahunnya selalu mengusulkan adanya tenda bertingkat. Artinya bangunan tenda bisa tumbuh ke atas, bukan melebar karena wilayah Mina tidak begitu luas, " kata Ihsan.

Sebetulnya tahun ini jumlah maktab Indonesia bertambah dibandingkan tahun lalu, dari 52 maktab menjadi 70 maktab. Untuk satu kloter rata-rata 400 orang menggunakan tiga tenda ukuran besar.

"Memang cukup sesak jadi terlihat kurang nyaman tidurnya. Tapi ada juga kasus seperti yang saya temui di Maktab 35, satu rombongan tidak mau berpisah, sehingga ada beberapa jemaah tidur di luar tenda karena tidak cukup bila bergabung di dalam," tambahnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya