Arab Saudi Janjikan Pembayaran Santunan Tahun Ini

Siswantini Suryandari
29/8/2017 10:00
Arab Saudi Janjikan Pembayaran Santunan Tahun Ini
(Masjidil Haram dipenuhi jemaah yang sedang melakukan tawaf sebelum pelaksanaan salat Jumat, di Mekah, Arab Saudi, Jumat (25/8). -- MI/Siswantini Suryandari)

PEMERINTAH Kerajaan Arab Saudi akan membayar santunan untuk jemaah korban tertimpa crane saat melaksanakan ibadah haji di Masjidil Haram, Mekkah pada 2015.

Penegasan itu disampaikan oleh Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegabriel di Mekkah, Senin (28/9) malam. Agus Maftuh mengungkapkan pada Senin (28/9) sore, ia menerima nota diplomatik dari Pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia yang sifatnya sangat segera.

Dalam nota diplomatik itu, kata Agus, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyatakan pihaknya akan membayarkan uang santunan untuk jemaah Indonesia yang tertimpa crane saat menjalankan ibadah haji di Masjidil Haram, Mekkah pada tahun lalu.

Ada 36 orang yang akan mendapat santunan. Rinciannya 10 orang meninggal dan satu orang cacat. Sebelas jemaah ini mendapat santunan SAR1 juta (sekitar Rp3,5 miliar) per orang. Sedangkan sisanya 25 orang yang mengalami luka-luka mendapatkan SAR500 ribu (sekitar Rp1,750 miliar) per orang.

"Kami akan segera membereskannya. Pihak ahli waris belum saya kabari karena proses pencairan uang tersebut belum tahu kapan. Tapi saya akan segera selesaikan masalah ini," tegas Agus Maftuh.

Diakuinya proses pemberian santunan cukup lama karena pihak Saudi masih melakukan proses identifikasi forensik dan pemetaan wilayah terjadinya kecelakaan.

"Sebab pascakecelakaan, seluruh korban dijadikan satu. Kemudian oleh pemerintah Saudi, mulai olah tempat kejadian perkara. Di wilayah inti jatuhnya crane itu ada berapa korban jiwa. Dari Indonesia 36 orang, tidak tahu untuk negara lain," tambahnya.

Kemudian petugas melakukan penelusuran siapa saja korban crane dengan mencocokkan paspor, DNA dan lokasi jatuhnya.

"Setelah seluruh data terverifikasi, maka barulah Pemerintah Saudi memberikan santunan. Memang cukup lama prosesnya. Nota Diplomatik baru keluar hari ini (Senin, 28/8 pukul 17.00 waktu Arab Saudi), dan saya akan segera mengurusnya. Secepatnya bisa segera cair dan diterima ahli waris maupun korban yang luka-luka maupun cacat," tambahnya.

Musibah crane jatuh di Masjidil Haram, Mekkah yang terjadi pada Jumat 11 September 2015 sekitar pukul 17.30 waktu Arab Saudi, mengakibatkan 107 jemaah haji tewas dan 238 orang terluka. 36 orang di antaranya dari Indonesia, baik korban meninggal, luka-luka maupun cacat. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya