Perempuan Harus Banyak Berkontribusi pada Politik

09/3/2015 00:00
Perempuan Harus Banyak Berkontribusi pada Politik
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan(MI/SUSANTO)

PEREMPUAN Indonesia hendaknya lebih banyak berkontribusi dalam pembangunan termasuk di bidang politik. Perjuangan kaum perempuan di bidang politik dapat mendorong semangat pembangunan ekonomi dan sosial.

"Namun, realitasnya banyak kaum perempuan enggan berpolitik karena menghadapi kendala dari diri sendiri dan suami mereka," kata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada pidato kebudayaan bertajuk Tahun Penentuan bagi Perempuan Indonesia, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta kemarin.

Dalam acara memperingati Hari Perempuan Internasional itu, hadir para perempuan menteri, antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, serta Menteri Lingkungan dan Kehutanan Hidup Siti Nurbaya.

"Saat ini banyak kaum perempuan menghadiri kegiatan politik, tapi hanya duduk diam, dan kemudian pulang, tanpa menyumbangkan gagasan dan pemikiran," tambahnya.

Lebih lanjut, putri proklamator Bung Karno itu mengatakan tahun ini merupakan penentuan bagi kaum perempuan dalam menuntut penerapan hak mereka. Sebabnya, tahun ini menjadi tahun dimulainya pemerintahan baru.

"Janji-janji politik pada masa kampanye telah disampaikan dan kita semua berharap pemenuhan janji politik itu," kata Megawati.

Ia menuturkan sekarang saatnya meminta pemerintah memperkuat kebijakan politik yang mendukung pemenuhan hak-hak perempuan demi perbaikan nasib perempuan.

Menurutnya, sejumlah kebijakan dan undang-undang yang tengah diperjuangkan perempuan untuk pemenuhan hak pada tahun ini ialah UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, revisi UU untuk TKI, UU Penyandang Disabilitas, UU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan revisi UU tentang Perkawinan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa yang perlu disadari perempuan ialah perubahan itu dapat dicapai melalui perjuangan. "Saya pikir ini bagus. Hak wanita bila tidak diperjuangkan, tidak mungkin bisa didapat. Jadi, siapa yang bisa mengubah, ya wanita itu sendiri," kata Menteri Susi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya